Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Ini tanggapan masyarakat atas kebijakan baru Lion Air
  • Sabtu, 05 Januari 2019 — 21:44
  • 659x views

Ini tanggapan masyarakat atas kebijakan baru Lion Air

“Apakah juga ada perbaikan pelayanan dilainnya, seperti ketepatan waktu, snack dan lain sebagainya,” katanya.
Salah satu pesawat dari maskapai Lion Air - Jubi/ohmyindo.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Manajemen Lion Grup mengeluarkan kebijakan menghapus bagasi cuma-cuma (free baggage allowance) mulai tanggal 8 Januari 2019 mendatang.

Manager Lion Grup Area Papua, Agung Setyo Wibowo menjelaskan kebijakan penghapusan bagasi cuma-cuma hanya berlaku untuk pesawat Lion Air dan Wings Air. 

Menurut Agung, penghapusan kebijakan tersebut didasarkan pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. 

“Pasal 22 poin C pada peraturan tersebut berbunyi no frill, dapat dikenakan biaya, Lion Air dan Wings Air termasuk kategori LCC (Low Cost Carrier), kita lanjutkan peraturan baru ini untuk para agen perjalanan (travel agent) dan ini berlaku untuk semua penerbangan rute domestik termasuk di Papua,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui aplikasi Whatsapp, Jumat (4/1/2019).

Agung menambahkan untuk barang bawaan yang bisa dibawa ke kabin bobot maksimal hanya tujuh kilogram, dan jika penumpang membawa bagasi dapat melakukan pembelian voucher bagasi melalui travel agent, website Lion Air atau kantor penjualan Lion Air Group. 

“Voucher prepaid bagasi ini tentunya beda rute beda harga,  dan akan lebih murah saat sebelum check in,” lanjutnya.

Peraturan penghapusan bagasi cuma-cuma ini ditanggapi beragam oleh masyarakat di mana ada yang setuju dan ada yang tidak. Reza, masyarakat  yang tinggal di Tanah Hitam ini mengaku, peraturan tersebut harus diikuti.

“Apakah juga ada perbaikan pelayanan dilainnya, seperti ketepatan waktu, snack dan lain sebagainya,” katanya.

Sementara, Gusty Masan Raya, yangs sehari-hari berprofesi sebagai jurnalis di Jayapura menilai, kebijakan penghapusan 20 kilogram bagasi cuma-Cuma untuk penumpang Lion Air Group (Lion Air dan Wings Air) itu tidaklah adil. Sejulah penumpang diketahui dan dapat pula dipastikan membawa bagasi diatas tujuh kilogram.

"Ini kado yang buruk bagi dunia penerbangan domestik Indonesia di awal 2019, khususnya bagi masyarakat Papua. Dengan hanya menyisakan tujuh kilogram gratis bagasi dan memberlakukan pengenaan tarif berbayar, masyarakat jadi semakin tidak nyaman. Untuk rute lokal Papua, Lion Air menjadi satu-satunya maskapai yang beroperasi, tentu masyarakat terpaksa membeli. Tetapi di rute yang menyediakan beberapa maskapai pilihan, saya kira Lion Air harus terima bahwa mereka akan jadi pilihan terakhir," ujar Gusty kepada Jubi, Sabtu (5/1/2019).

Menurut Gusty, kebijakan Lion Air dengan pembelian voucher bagasi (pre-paid baggage) oleh penumpang melalui agen perjalanan (tour and travel), website Lion Air dan kantor penjualan tiket Lion Air Group juga bukanlah solusi yang tepat.

Sebab selain tetap menambah biaya, sistem pelayanan check in di bandara masih terbatas, yang bisa membuat jadwal penerbangan tidak tepat waktu.

"Apalagi publik sudah terlanjur mencap Lion Air sebagai raja delay(telat). Saya ingat di tahun 2015 di masa Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, gara-gara sering delay, Lion Air juga mendapat teguran keras, bahkan pernah dibatalkan pembukaan rute barunya. Rakyat kecil memang menyadari peran Lion Air, karena itu kebijakan semacam ini harusnya dikaji lagi dan di tahun 2019 manajemen Lion Air bisa benahi diri. Jika tidak, saya yakin banyak penumpang yang akan tinggalkan maskapai ini," kata Gusty. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pendapatan negara dari kepabeanan di Timika lampaui target

Selanjutnya

Harga BBM turun tak pengaruhi harga pangan

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe