Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Sampah Pasar Kalibobo Nabire menyengat dan menumpuk
  • Minggu, 06 Januari 2019 — 11:24
  • 275x views

Sampah Pasar Kalibobo Nabire menyengat dan menumpuk

Sampah sudah menumpuk sejak empat atau lima hari sebelum Natal dan hingga saat ini belum diangkut.
Tumpukan sampah di Pasar Kalibobo Nabire – Jubi/Titus Ruban.

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Nabire, Jubi – Lebih dua pekan setelah hari raya Natal dan tahun baru, sampah di pasar Sentral Kalibobo Nabire belum diangkut. Baunya menyegat. Pedagang dan warga sekitar mengeluh.

Laode, salah satu pedagang mengatakan sampah tersebut sudah menumpuk sejak empat atau lima hari sebelum Natal dan hingga saat ini belum diangkut.

“Kalau angkat sampah di sini sesuka hati dan tidak menentu dan biasanya sampai pele (halang) jalan, padahal tempat jualan kami dekat sekali dengan sampah ini,” ujar di Nabire. Minggu (6/1/2019).

Akibat seringnya sampah memenuhi jalan, kata Laode, dirinya lalu berinisiatif bersama beberapa pedagang lainnya lalu memagarnya dengan balok dan seng sebagai pembatas.

“Kami ambil kayu pagar biar orang buang agak ke dalam, jangan sampai terhambur di jalanan karena tidak teratur dibuang,” katanya.

Dia bilang, sampah – sampah dengan bau menyengat itu, datang dari bekas makanan dan sampah dapur yang berasal dari rumah tangga. Banyak warga luar pasar yang membuangnya pada malam hari.

“Di sini bukan sampah pasar saja, banyak sisah makanan dan popok bayi karena orang luar juga masuk buang,” terangnya.

Menurutnya, seharusnya petugas sesering mungkin mengangkut sampah, dan tidak dibiarkan menumpuk berhari – hari. Dirinya pun sudah sering mengadu hal tersebut kepada pihak berwewenang, akan tetapi belum ada tanggapan.

“Seharusnya sampah ini diangkut teratur. Ini kami bayar retribusi Rp. 20.000/bulan. saya sudah sering ke petugas sampaikan tetapi sama saja,” terangnya.

Dia berharap agar penanganan sampah khususnya di Pasar Kalibobo ke depannya bisa terarah dan lebih baik lagi.

Seorang warga, Bambang mengakui dirinya sering membuang sampah di Pasar Kalibobo, sebab selain tidak tersedianya Tempat Penampungan Sementara (TPS).

“Ya kita mau buang di mana, tidak ada TPS. Lagian saya pernah baca berita beberapa waktu lalu, ada imbauan untuk buang (sampah) ke pasar, ya, mau gimana lagi,” ucapnya.(*)

loading...

Sebelumnya

KPU Biak Numfor lantik 38 anggota PPD

Selanjutnya

Pemilu 2019, KPU Biak Numfor siapkan 468 TPS

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe