TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Ratusan orang tewas akibat badai Usman di Filipina
  • Minggu, 06 Januari 2019 — 15:26
  • 329x views

Ratusan orang tewas akibat badai Usman di Filipina

Kondisi itu ditambah hujan deras yang disusul tanah longsor  yang memperparah keadaan.
Ilustrasi badai laut, pixabay.com
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi - Korban tewas akibat badai tropis yang menerjang Filipina tak lama setelah Natal bertambah menjadi 126 orang. Kondisi itu ditambah hujan deras yang disusul tanah longsor  yang memperparah keadaan.

Pejabat bencana regional Negara tersrbut menyebutkan badai melanda pulau-pulau Filipina tengah dan timur pada tanggal 29 Desember dan menyebabkan banjir besar dan tanah longsor. Lebih dari 100 orang tewas di daerah pegunungan Bicol di tenggara Manila, kata para pejabat bencana regional.

Di wilayah Bicol yang sering dilanda badai mematikan, badai tropis datang tanpa diduga karena angin kencang yang datang tidak terdeteksi sebagai badai oleh alat pendeteksi milik pemerintah.

Para pejabat mengatakan bertambahnya korban juga dikarenakan banyak warga yang enggan mengungsi. Mereka memilih bertahan di rumahnya karena sedang menikmati liburan Natal.

"Dalam dua hari saja, Badai Usman mengguyur wilayah Bicol dengan curah hujan lebat, yang biasanya terjadi selama satu bulan," kata juru bicara badan bencana nasional Edgar Posadas.

Korban tewas kemungkinan akan bertambah karena 26 orang dikabarkan masih hilang, Posadas menambahkan. Lebih dari 152 ribu orang mengungsi akibat Badai Usman dan 75 orang terluka, menurut badan bencana nasional.

Presiden Rodrigo Duterte mengunjungi daerah-daerah yang dilanda badai pada hari Jumat (4/1/2018) dan mendesak para pejabat membangun pusat-pusat evakuasi daripada menggunakan sekolah sebagai tempat berlindung bagi para pengungsi.

Sekitar 20 topan dan badai menghantam Filipina setiap tahunnya dan menewaskan ratusan orang. Yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir adalah Topan Super Haiyan yang menyebabkan lebih dari 7.360 orang tewas dan hilang di Filipina tengah pada tahun 2013. (*)

loading...

Sebelumnya

Warga sipil Suriah tewas akibat serangan udara Rusia

Selanjutnya

Kantor biro politik ULMWP diresmikan jadi wadah diskusi Papua merdeka

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe