Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Sepuluh orang pekerja seks di Wamena akhirnya dipulangkan
  • Minggu, 06 Januari 2019 — 17:10
  • 336x views

Sepuluh orang pekerja seks di Wamena akhirnya dipulangkan

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengatakan, ke 10 orang yang dipulangkan ini merupakan hasil razia pertama yang dilakukan tim gabungan pemerintah daerah, polisi dan TNI yang didapat di seputaran Kama, Distrik Wesaput.
Pemulangan terhadap 10 orang pekerja seks di bandara Wamena, Minggu (6/1/2019)-Jubi/Islami

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Wamena, Jubi - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memulangkan 10 orang yang berprofesi sebagai pekerja seks di Wamena, Minggu (6/1/2019) dari Bandara Wamena menuju Jakarta, untuk selanjutnya dipulangkan di daerah masing-masing di salah satu daerah di Jawa Barat.

Pemulangan ke 10 orang ini dipimpin langsung oleh Sekretaris SatPol PP Jayawijaya dan Kasat Intel Polres Jayawijaya, dengan menggunakan maskapai Trigana Air, lanjut Batik Air dari Bandara Sentani menuju Cengkareng, Banten.

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengatakan, ke 10 orang yang dipulangkan ini merupakan hasil razia pertama yang dilakukan tim gabungan pemerintah daerah, polisi dan TNI yang didapat di seputaran Kama, Distrik Wesaput.

“Dari razia kedua kami dapat lagi empat orang tetapi masih dalam pemeriksaan. Mereka semua pada umumnya ke daerah Bandung, Jawa Barat sehingga kita pusatkan mereka ke Jakarta nanti mereka akan pulang ke kampung masing–masing dari Jakarta,” kata Banua kepada wartawan di Wamena, Minggu (6/1/2019).

Menurutnya, saat razia sejumlah barang bukti pun ditemukan seperti kondom dan saat penggrebekan ada sejumlah laki–laki, sehingga semuanya diamankan dan dilakukan pemeriksaan.

“Kita didukung oleh tokoh–tokoh gereja untuk melakukan razia ini terus, sementara kita juga dapatkan empat orang dan tiga diantaranya merupakan pelaku prostitusi perhotelan yang pindah ke rumah kost,” ujar dia.

Menurutnya, masih ada sejumlah tempat yang diduga menjadi tempat prostitusi di Wamena. Di mana, razia akan terus dilakukan hingga benar-benar Jayawijaya ini terbebas dari minuman beralkohol, prostitusi maupun perjudian.

“Untuk pembiayaan, semuanya ditanggung pemerintah daerah. Ke depan pendataan warga akan lebih diperketat, dimana setiap warga yang datang menunjukan KTP asli, dan bagi mereka juga telah dibuat suatu perjanjian bahwa mereka tidak akan kembali lagi ke Wamena,” katanya.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba mengatakan jika kepolisian mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah daerah, termasuk dalam pemberantasan peredaran minuman beralkohol, perjudian dan prostitusi di Jayawijaya.

“Dari hasil razia kemarin pun kami mendapatan sejumlah tempat baik penjualan miras judi dan prostitusi. Kepolisian menginginkan adanya ketertiban di daerah ini, dimana hal-hal seperti ini perlu ditertibkan, namun membutuhkan peran serta seluruh masyarakat untuk itu semua,” kata Yan Reba. (*)

loading...

Sebelumnya

SPGP buka posko kemanusiaan peduli Nduga

Selanjutnya

Hujan es di Lanny Jaya, Pemkab: Ini berbeda dengan tahun lalu

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe