TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Kantor biro politik ULMWP diresmikan jadi wadah diskusi Papua merdeka
  • Senin, 07 Januari 2019 — 19:43
  • 1870x views

Kantor biro politik ULMWP diresmikan jadi wadah diskusi Papua merdeka

Menurutnya, dengan berdirinya kantor ini, apapun yang akan diputuskan dan didorong ataupun pekerjaan ULMWP agar Papua merdeka, akan dilaksanakan sebagai tindak lanjut biro politik yang ada di dalam negeri.
Biro Politik ULMWP - IST
Admin Jubi
[email protected]
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi Kantor Biro Politik United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) akhirnya diresmikan pada Senin (31/12/2018) lalu.

Biro politik United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Bazoka Logo mengatakan dengan diresmikannya kantor tersebut, bertambah lagi wadah bagi orang asli Papua untuk berdiskusi utamanya untuk menyatukan semangat Papua merdeka.

"Kantor kita sudah diresmikan untuk jadi wadah diskusi yang membahas bagaimana rakyat Papua bisa merdeka, karena rakyat Papua ingin merdeka," kata Bazoka Logo.

Menurutnya, dengan berdirinya kantor ini, apapun yang akan diputuskan dan didorong ataupun pekerjaan ULMWP agar Papua merdeka, akan dilaksanakan sebagai tindak lanjut biro politik yang ada di dalam negeri.

Dalam kesempatan ini pula, Bazoka Logo kembali menyampaikan kepada rakyat Papua untuk bersiap mengikuti proses penentuan nasib sendiri (referendum). ULMWP juga akan terus memperjuangkan hak-hak rakyat Papua hingga memperoleh kemerdekaan.

"Rakyat Papua ingin merdeka harus jelas kantornya, kita sudah dirikan," katanya.

Dikatakan Bazoka, perlawanan yang sudah terjadi sejak tahun 1961 sampai sekarang dikarenakan adanya perbedaan ideologi antara Indonesia dan Papua. Ia juga membantah anggapan yang menyebut orang Papua ingin merdeka karena adanya diskriminasi pada pembangunan.

"Indonesia selalu mengatakan bahwa perlawanan karena kurangnya kesejahteraan, infrastruktur dan lain-lain. Saya tegaskan di sini, bukan karena itu. Kami lakukan perlawanan karena perbedaan ideologi, kami ingin Merdeka," tegas Logo.

Sementara itu, Gembala R. Anton Kilungga menegaskan, Indonesia sudah melanggar hak asasi rakyat Papua yang memilih merdeka.

"Selain bangsa-bangsa lain di muka bumi ini, orang Papua di Melanesia Tuhan telah tempatkan kita melalui nenek moyang leluhur kita di Papua ini untuk dihuni dan diwariskan oleh kita dan generasi nantinya, sehingga jika ada bangsa-bangsa lain yang tidak bertanggung jawab masuk dan asal mengklaim atas bangsa Papua, maka sesungguhnya mereka sedang langgar apa yang telah ditetapkan Tuhan," ujarnya.(*)

loading...

Sebelumnya

Ratusan orang tewas akibat badai Usman di Filipina

Selanjutnya

Ini tawaram Turki terhadap pangkalan militer AS di Suriah

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe