Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Pedagang pasar Kalibobo Nabire: Pemkab siapkan TPS khusus
  • Senin, 07 Januari 2019 — 19:46
  • 512x views

Pedagang pasar Kalibobo Nabire: Pemkab siapkan TPS khusus

Pedagang di pasar Kalibobo minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire menyediakan tempat pembuangan sampah (TPS) khusus supaya sampah di pasar tersebut bisa dikelola baik dan tidak mengganggu aktivitas pasar. Apalagi, selain retribusi sampah, para pedagang sudah membayar kewajiban sewa kios/lapak dan retribusi layanan pasar.
TPS di sudut bangunan Pasar Kalibobo Nabire – Jubi/Titus Ruban

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Nabire, Jubi – Pedagang di pasar Kalibobo minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire menyediakan tempat pembuangan sampah (TPS) khusus supaya sampah di pasar tersebut bisa dikelola baik dan tidak mengganggu aktivitas pasar. Apalagi, selain retribusi sampah, para pedagang sudah membayar kewajiban sewa kios/lapak dan retribusi layanan pasar.

Laode, seorang pedagang pasar Kalibobo, mengatakan seharusnya dalam penanganan sampah di dalam pasar tersebut, petugas harus lebih serius. Dia mengaku setiap bulan dirinya dan pedagang di pasar tersebut membayar retribusi sampah sebesar Rp 20 ribu per lapak atau bangunan kios.

“Harus lebih serius tangani di sini. Selain sewa lapak atau kios, kami bayar Rp 20 ribu per bulan untuk sampah. Jangan mau uang saja tapi kewajiban juga harus seimbang,” ujarnya dengan nada kesal, saat ditemui Jubi, Senin (7/1/2019).

“Berapa jumlah pedagang yang menggunakan lapak di pasar ini. Tinggal dikali Rp 20 ribu per bulan. Jumlahnya cukup besar. Makanya sekali lagi kami minta, masalah sampah di pasar ini harus ditangani dengan serius,” imbuhnya.

Pria asal Buton ini berharap Pemkab Nabire dapat menyiapkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) khusus dan layak di dalam pasar, agar sampah tidak berserahkan dan mengganggu aktivitas pasar.

Pasalnya, sampah yang ada saat ini sangat berdekatan dengan bangunan kios dan bangunan induk pasar yang baunya sangat menyengat.

“Sampah ini kan bau, belum lagi kalau ditaruh sembarang. Jadi kami harap sampah bisa punya tempat khusus yang disediakan pemerintah,” harapnya.

Sampah di pasar Kalibobo sering dibiarkan menumpuk hingga lebih dari dua pekan bahkan sampai sebulan.

Pedagang lainnya, Amri, mengatakan untuk retribusi sampah,  petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Nabire tiap bulan menagih kepala pemilik kios/lapak.

Bukan hanya sampah dan sewa kioa atau lapak, pedagang di pasar Kalibobo juga masih harus membayar retribusi pelayanan pasar.

"Artinya,  kewajiban kami pedagang sudah dipenuhian, sseharusnya pelayanan yang diterima juga seimbang. Terutama masalah kebersihan sampah agar memiliki tempat yang layak," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

BMKG imbau warga Nabire waspada angin kencang-hujan lebat

Selanjutnya

Puluhan kios di Pasar Kalibobo Nabire tidak difungsikan

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe