Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Awal tahun, longsor hingga banjir landa Jayapura
  • Senin, 07 Januari 2019 — 19:54
  • 454x views

Awal tahun, longsor hingga banjir landa Jayapura

HUJAN deras yang mengguyur Kota Jayapura dan sekitarnya sejak beberapa hari terakhir di awal tahun 2019 mengakibatkan tanah longsor dan banjir. Di sekitar kantor wali kota Jayapura, sejumlah warga berdatangan untuk menyaksikan jalan yang terbelah akibat longsor.
Kondisi jalan di sekitar kantor wali kota Jayapura akubat longsor - Jubi/Hengky Yeimo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

HUJAN deras yang mengguyur Kota Jayapura dan sekitarnya sejak beberapa hari terakhir di awal tahun 2019 mengakibatkan tanah longsor dan banjir. Di sekitar kantor wali kota Jayapura, sejumlah warga berdatangan untuk menyaksikan jalan yang terbelah akibat longsor.

Seorang warga Kota Jayapura, Aniles, mengatakan longsor terjadi pada Sabtu, 6 Januari 2018, sekitar pukul 7 malam, waktu Papua.

“Kami dengar bunyi besar kemudian kami datang ke tempat kejadian bencana. Ternyata terjadi longsor,” kata Aniles kepada Jubi, Minggu, 6 Januari 2018.

Menurut dia, kebun ubi di sekitar lokasi kejadian juga rusak akibat longsor.

Ditemui di lokasi yang sama, warga lainnya, Musatakim, mengaku prihatin atas kondisi jalan yang rusak. 

"Kami mau bilang apa karena ini bencana alam yang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Kota Jayapura sejak bulan Desember tahun lalu," kata Mustakim.

Sebagai pengguna jalan, Musatakim berharap agar dinas penanggulangan bencana alam segera menangani jalan rusak akibat longsor.

"Ya, mungkin setelah hujan berhenti lalu bisa perbaiki jalan raya, yang menghubungkan kantor walikota dengan jalan alternatif menuju Kodam," katanya.

Hingga Minggu siang, sekitar pukul 11.52, kepolisian belum memberikan keterangan terkait longsor. Begitu pun pemerintah kota Jayapura. 

Beberapa waktu sebelumnya, Jumat, 3 Januari 2019, terjadi longsor di sekitar kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, Dok II Jayapura, kantor gubernur Papua, Polimak, hingga Entrop, Distrik Jayapura Selatan. Namun, hingga Sabtu, 4 Januari 2019, aktivitas jalan kembali normal karena sudah dikeruk. 

“Kami lewat di situ, pantasan aspal jalan merah-merah. Eh ternyata ada longsor,” kata Yansen, warga Kota Jayapura.

Longsor juga menutupi ruas jalan Depapre-Sentani, Kabupaten Jayapura, akibat hujan deras disertai petir, Kamis malam sekira pukul 20.00 waktu Papua, hingga Jumat dini pukul 2.15 waktu Papua. 

Akses jalan Depapre ke Sentani terpaksa ditutup karena tumpahan material longsoran menutupi badan jalan sehingga tidak bisa dilalui kendaraan baik kendaraan roda dua mau roda empat.

“Karena banyaknya material longsoran yang menutupi badan jalan, sehingga arus lalulintas menjadi lumpuh total," kata Kapolsek Depapre, Ipda Usrianto, kepada Antara, Jumat (4/1/2019).

Anggota Polsek Depapre bersama Koramil Depapre dan warga setempat pun langsung membersihkan tumpahan material longsoran tanah dan batu yang menutupi jalan Depapre-Sentani tepatnya di tanjakan Gunung Depapre, Jumat pagi.

Menurut Ipda Usrianto, longsor ini sempat mengakibatkan terjadi kemacetan panjang. Namun dapat diatasi setelah TNI-Polri membersihkan badan jalan. Apabila akses arus lintas Depapre-Sentani dan sebaliknya putus, maka dapat berdampak pada beberapa faktor, salah satunya faktor perekonomian.

"Oleh sebab itu kami secara bersama-sama langsung bertindak membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan agar tidak berdampak pada yang lainnya," ujarnya.

Tak hanya longsor, banjir juga melanda beberapa lokasi di Kota dan Kabupaten Jayapura. Hujan deras mengakibatkan badan jalan di sekitar kawasan PTC Entrop, Abepura, dan sekitarnya dilanda banjir. 

Warga Perumahan Gajah Mada Jayapura, Yohanes Don Bosco, mengatakan air masuk melalui kebun milik warga dekat muara kali yang menuju ke Danau Sentani. Namun karena debet air yang besar sementara jalanan ditutupi air hingga sampah bertumpukan. 

Warga bahkan dikagetkan oleh bunyi tiang listrik dan teriakan warga lain yang bangun lebih awal dan memberi kode bahwa air semakin naik hingga setinggi kira-kira setengah meter.

“Banjir kali ini sangat parah, kami pasrah saja dengan barang-barang kami,” katanya.

Air naik sangat cepat hingga mengakibatkan kekagetan pada warga. 

“Saya segera memanggil warga tetangga membantu saya mengangkat motor yang terjebak dalam rumah untuk diamankan di tempat yang lebih tinggi,” katanya. 

Kawasan Perum Gajah Mada, katanya, menjadi langganan banjir. Bulan Desember 2018, air meluap tapi tak separah awal 2019. 

“Banjir sebelumnya tahun 2018 itu juga kami alami hal yang sama sampe barang miliki kami yang lain tidak kami selamatkan,” ujarnya.

Warga lainnya, Ronny, mengaku tidak sempat mengangkat barang-barang miliknya saat terjadi banjir.

“Bersyukur tetangga segera membangunkan dengan memukul tiang listrik sehingga segera menyelamatkan anak-anak untuk tinggal di keluarga,” kata Ronny Karu, warga Perum Yahim.

Ronny mengharapkan agar pemerintah daerah dan provinsi Papua segera mengatasi banjir yang kerap melanda sejumlah kawasan di Kota dan Kabupaten Jayapura.

“Kami sudah berjuang ke mana-mana namun tidak ada solusi untuk kami, kami minta relokasi,” katanya.

Sebelumnya, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura, Provinsi Papua mengimbau warga untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan angin kencang yang berpotensi terjadi selama periode musim penghujan. BMKG memprediksi musim hujan terjadi pada Januari hingga Maret 2019.

"Hasil evaluasi kondisi cuaca menunjukkan adanya gangguan pola angin yakni terbentuknya daerah belokan angin di wilayah utara Papua yang disebabkan oleh adanya siklon tropis Penny," ujar Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura, Petrus Demon Sili, kepada Antara.

Siklon ini terbentuk dari teluk Cartepenia Australia dan bergerak menuju wilayah Pasifik Barat.

"Selain itu juga didukung oleh suhu muka laut yang hangat dan kelembaban relatif pada lapisan atas yang cukup basah berkisar antara 75 hingga 100 persen mendukung pertumbuhan awan-awan hujan," ujarnya.

Berdasarkan prediksi, 5-7 Januari 2019, kondisi meteorologis wilayah Jayapura dan sekitarnya umumnya berawan disertai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada siang, malam dan dini hari.

Gelombang di wilayah perairan Jayapura dan Sarmi diprakirakan berkisar antara 2.00 hingga 3.00 meter.

"Bagi aktivitas pelayaran juga agar lebih berhati-hati karena kondisi tinggi gelombang yang diprakirakan masih cukup tinggi untuk beberapa hari ke depan," lanjutnya. (Hengky Yeimo/Yance Wenda)

loading...

Sebelumnya

Suara lirih pendamping ODHA Dogiyai

Selanjutnya

Hoaks tsunami di Jayapura

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe