Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bali NTT
  3. Bali kerjasama dengan Kumamoto tangani rabies
  • Senin, 05 Desember 2016 — 14:14
  • 2085x views

Bali kerjasama dengan Kumamoto tangani rabies

Pemerintah Provinsi Bali berencana menjalin kerja sama dalam penanganan rabies dengan Prefektur Kumamoto, Jepang, sehingga penyakit yang ditularkan oleh anjing itu kasusnya dapat lebih diminimalisasi.
Seekor anjing disuntik rabies. –tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Denpasar, Jubi – Pemerintah Provinsi Bali berencana menjalin kerja sama dalam penanganan rabies dengan Prefektur Kumamoto, Jepang, sehingga penyakit yang ditularkan oleh anjing itu kasusnya dapat lebih diminimalisasi.

"Khususnya kami mengharapkan kerja sama dalam aspek komunikasi, informasi, edukasi kepada masyarakat supaya mereka mau memelihara anjing dengan diikat atau dikandangkan dan kemudian divaksin seperti halnya di Jepang," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Putu Sumantra, di Denpasar, Senin (5/12/2016).

Di samping itu, ucap dia, kerja sama juga bisa dari sisi alat-alat untuk mempercepat analisis rabies di lapangan. "Intinya yang akan dikerjasamakan adalah hal-hal yang belum kita kerjakan, tetapi di Kumamoto upaya-upaya tersebut telah terbukti berhasil menekan rabies," ujarnya.

Meskipun kasus gigitan anjing saat ini sudah jauh menurun, kata Sumantra, persoalan utama Bali dalam penanganan rabies terletak pada masih banyaknya anjing liar sehingga menyulitkan untuk dilakukan vaksinasi massal. "Padahal cara yang paling bagus untuk menekan rabies adalah membuat pengebalan pada semua anjing melalui vaksinasi rabies. Tetapi, vaksinasi baru bisa dilakukan sepenuhnya atau 100 persen dari populasi anjing jika hewan peliharaan itu diikat," ucapnya.

Untuk 2016 saja, Pemerintah Provinsi Bali sudah memvaksinasi sekitar 400 ribu anjing dan jumlah itu belum menyentuh semua populasi anjing karena tidak sedikit ada anjing liar dan anjing yang sengaja diliarkan oleh pemiliknya. Di sisi lain, kata Sumantra, hal yang bisa dicontoh dari Kumamoto Jepang adalah tersedianya fasilitas rumah sakit atau pusat kesehatan hewan yang memadai dan bagus. "Sedangkan kalau di Bali, jumlah pusat kesehatan atau klinik hewan masih kurang, demikian juga dengan kelengkapan fasilitas dan jumlah SDM yang masih minim," ujarnya.(*)

loading...

Sebelumnya

Warga eks Timtim protes pembangunan jalan

Selanjutnya

Satgas berhasil cekal 425 TKI ilegal

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23388x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19106x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15621x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12638x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe