Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Warga Papua diminta waspadai cuaca ekstrim
  • Selasa, 08 Januari 2019 — 00:12
  • 557x views

Warga Papua diminta waspadai cuaca ekstrim

Masyarakat harus lebih peka terhadap cuaca yang terjadi akhir-akhir ini
Salah satu ruas jalan di kawasan Entrop yang longsor akibat cuaca ekstrim - Jubi/Dok

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi - Masyarakat Papua khususnya Kota Jayapura dan sekitarnya diminta mewaspadai cuaca ekstrim yang kerap terjadi secara mendadak, karena berpotensi menyebabkan banjir dan longsor.

Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen, mengatakan potensi bencana sangat tinggi di daerah Papua, apalagi curah hujan dari sedang hingga lebat dan disertai angin belakangan kerap terjadi.

"Masyarakat sudah seharusnya sadar dan waspada, tidak lagi harus pemerintah mengimbau terus menerus," kata Hery kepada wartawan, di Jayapura, Senin (7/1/2019).

Khusus di Kota Jayapura, instansi terkait sudah banyak melakukan serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (mitigasi bencana).

"Untuk itu, masyarakat harus lebih peka terhadap cuaca yang terjadi akhir-akhir ini," ujarnya.

Mengenai bencana banjir kemarin, Sekda Hery menilai salah satu penyebabnya adalah kepadatan penduduk, pembuangan sampah tidak pada tempatnya serta perambahan hutan yang kian marak tanpa memperhatikan hal-hal lain.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada masyarakat untuk sadar diikuti dengan adanya perubahan. Mengingat, pembangunan perumahan di Jayapura semakin padat tanpa memikirkan akibatnya.

"Penduduk yang padat biasanya mengakibatkan rumah yang berhimpitan tanpa memikirkan resapan air tanahnya, sehingga ketika curah hujan meningkat akan sebabkan banjir," katanya.

"Kami juga akan melihat fasilitas-fasilitas umum yang ada, di mana untuk mengantisipasinya maka akan dibenahi jika kondisinya tidak baik," sambungnya.

Dosinaen menambahkan, informasi kondisi cuaca yang diberikan BMKG harus menjadi acuan. Contohnya fenomena pasang surut air belum lama ini dan menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat dapat dihindari.

Secara terpisah, Helmy warga Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura mengatakan beberapa kawasan di wilayah Entrop sudah menjadi langganan banjir ketika hujan deras datang. Hal ini menurut ia, disebabkan kepadatan perumahan warga sehingga parit-parit yang ada tidak bisa menampung volume air.

"Ada beberapa parit yang terlalu kecil di kawasan itu, sehingga ketika curah hujan meningkat parit-parit tersebut tidak mampu menampung volume air, sehingga meluap dan sebabkan banjir di beberapa tempat," kata Helmy.

Untuk itu, dirinya berharap ke depan hal ini bisa menjadi perhatian Pemerintah Kota Jayapura, sehingga kota yang sudah menerima Adipura ini bisa terbebas dari bencana banjir dan tanah longsor. (*)


 

loading...

Sebelumnya

Rabu, sidang lanjutan RAPBD 2019 digelar

Selanjutnya

Tahun ini, Gedung Sasana Krida mulai dibangun lagi

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe