Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Waket I DPRD Jayapura: Perumahan Gajah Mada dibangun tidak pada tempatnya
  • Selasa, 08 Januari 2019 — 02:08
  • 404x views

Waket I DPRD Jayapura: Perumahan Gajah Mada dibangun tidak pada tempatnya

Pasalnya, keberdaan perumahan tersebut sangat dekat dengan muara sungai yang mengalir ke Danau Sentani. Perumahan ini dibangun tidak melewati proses legalitas dampak lingkungan yang ditentukan.
Kondisi Perumahan Gajah Mada saat ini - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daera (DPRD) Kabupaten Jayapura, Moses Kallem, mengatakan keberadaan Perumahan Gajah Mada di Kelurahan Dobonsolo Distrik Sentani sangat tidak memenuhi standar perumahan yang baik.

Pasalnya, keberdaan perumahan tersebut sangat dekat dengan muara sungai yang mengalir ke Danau Sentani. Perumahan ini dibangun tidak melewati proses legalitas dampak lingkungan yang ditentukan.

“Setiap developer dalam membuat perencanaan membangunan perumahan hendaknya memperhatikan jarak lokasi perumahan dengan badan sungai, minimal 50 meter. Lalu dari pembangunan perumahan tersebut 40 persen arealnya harus disediakan untuk fasilitas sosial dan fasilitas umum,” jelas Kallem, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/1/2019).

Dalam kondisi saat ini, menurut politisi Partai Demokrat ini, pemerintah harus melakukan pengawasan yang lebih ketat lagi terhadap keberadaan masyarakat yang telah mendiami perumahan tersebut. Bukan hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga fasilitas penunjang lainnya karena setiap tahun selalu terkena dampak banjir.

“Pengemban perumahan ini harus dimintai pertanggungjawabannya dan pemerintah daerah melalui instansi penanganan bencana harus selalu siap di tempat bencana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkena bencana banjir,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro, mengatakan pihaknya telah mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membuka posko bantuan yang berlokasi dekat dengan Perum Gajah Mada, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seperti air bersih, obat-obatan, dan sembako.

“Untuk relokasi mungkin tidak bisa, tetapi yang perlu dilihat adalah faktor utama penyebab terjadinya banjir yang menerobos masuk ke lokasi perumahan. Perlu dilakukan perbaikan dan pencegahan,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Sepanjang 2018, sebanyak 13 perda disahkan

Selanjutnya

Wakil Ketua DPRD Jayapura: PON penting tapi jangan korbankan rakyat

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe