Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. 2019, RS Koya Barat harus segera difungsikan
  • Selasa, 08 Januari 2019 — 04:40
  • 500x views

2019, RS Koya Barat harus segera difungsikan

Dikatakan Walikota, meski bangunan baru rampung 30 persen namun ia menilai warga kebih membutuhkan pelayanan kesehatan segera.
Kadinkes Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari saat menerima DPA dari Wali Kota Jayapura - Jubi/Roy Ratumakin.

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Meski masih dalam tahap pembangunan, Rumah Sakit Koya Barat ditargetkan bisa beroperasi pada tahun ini. Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano mengatakan, selain untuk mempercepat pelayanan untuk warga, fasilitas bangunan rumah sakit harus digunakan agar tak rusak.

"Saya inginkan RS tersebut harus segera difungsikan, entah itu pelayanan rawat inap ataupun rawat jalan. Hal ini agar bangunan tersebut tidak rusak karena tidak digunakan," kata BTM sapaan akrabnya ketika melakukan pertemuan dengan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang rapat Kantor Wali Kota, Senin (7/1/2019).

Dikatakan Walikota, meski bangunan baru rampung 30 persen namun ia menilai warga kebih membutuhkan pelayanan kesehatan segera. Walikota mendesak Dinas Kesehatan Kota Jayapura agar dalam waktu dekat sudah bisa mengaktifkan pelayanan di RS tersebut.

"Saya minta secepatnya. Pelayanan kesehatan itu tidak boleh ditunda. Mereka (masyarakat Distrik Muara Tami) juga butuh pelayanan yang memadai dari kita (Dinkes)," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mengatakan saat ini RS milik pemerintah Kota Jayapura tersebut sudah melakukan pelayanan kesehatan.

"Sudah berjalan namun tidak bisa rawat inap tetapi rawat jalan, karena peralatan di sana belum memadai. Selain itu infrastrukturnya juga belum rampung semua. Baru ada dua ruangan saja yang sudah jadi. Satu ruangan untuk pelayanan sedangkan ruangan lainnya untuk administrasi," kata Sri Antari.

Dikatakan Kadinkes, pembangunan RS tersebut juga disesuaikan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang setiap tahun dianggarkan oleh Dinkes

"Untuk tahun 2018 tidak ada pengajuan dana untuk pengajuan infrastruktur karena pada tahun sebelumnya dana infrastruktur tidak terserap anggarannya. Tahun 2018 hanya ada anggaran untuk obat reguler," ujarnya.

I Nyoman Sriantari menambahkan, pihaknya sudah pernah melakukan komunikasi ke Kementerian Kesehatan RI soal pembangunan RS tersebut namun jawaban dari pihak Kemenkes RI bahwa harus ada audit dari BPKP dan prosesnya cukup lama.

“Kedepannya kami akan menyiapkan data-data yang mendukung sehingga tidak ada kendala. Dana yang sudah digunakan untuk pembangunan RS belum mencapai Rp Rp30 miliar. Kami berharap tahun depan proses pembangunannya bisa berjalan,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Suara lirih pendamping ODHA Dogiyai

Selanjutnya

Ini harapan SAMN Kota Jayapura pada kepengurusan baru KPA Papua

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe