Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Warga Organda: Dinas PU bohong soal pengerukan
  • Selasa, 08 Januari 2019 — 00:09
  • 719x views

Warga Organda: Dinas PU bohong soal pengerukan

"Ini penipuan publik, karena depan Walikota ia mengaku sudah melakukan pengerukan kali, padahal tidak sama sekali," ujarnya.
Warga Organda saat mengecek dampak banjir yang terjadi pada hari Minggu (6/01/2018) kemarin - Jubi/Ist

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Jayapura dituding melakukan pembohongan publik, karena menyebut telah melakukan pengerukan di bantaran kali Organda. Protes ini dilayangkan oleh sejumlah warga yang mendiami wilayah Organda, Padang Bulan, dan juga Abepura.

Ketua RW 04 Perumahan Organda Tonix Tumeno mengatakan Kepala Dinas PU Kota Jayapura melakukan pembohongan publik baik kepada masyarakat dan juga dihadapan Walikota, saat kunjungan di tempat terdampak banjir, Senin (7/01/2018) di Organda.

"Ini penipuan publik, karena depan Walikota ia mengaku sudah melakukan pengerukan kali, padahal tidak sama sekali," ujarnya.

Ia mengatakan, kerja Walikota Jayapura sudah bagus hanya saja OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dibawahnya yang tidak jujur dan tidak terbuka  kepada walikota pekerjaan apa yang belum dikerjakan dan akibat ulah Kepala Dinas PU kota Jayapura ini, warga Organda menjadi korban.

"Banjir di Organda sudah terjadi tahun 2005 sampai sekarang, warga organda mengeluh kapan penderitaan mereka ini akan berakhir karena RW, RT dan tokoh masyarakat sudah bertemu dengan Walikota berbicara terkait banjir di Kota Jayapura namun tidak ada pelaksanaan dari OPD dengan alasan akan dilakukan studi banding/studi kasus namun tidak pernah diimplementasikan nyata di masyarakat," tegasnya. 

Sementara itu, Yunus Pulalo Ketua RT 002 dari RW 04 mengatakan, masalah dan keluhan banjir di Organda bukan baru pertama kali dibicarakan, namun hingga kini belum tampak tindakan nyata dari OPD untuk turun ke lapangan melakukan pengerukan, pembuatan drainase untuk jalannya air.

"Dari tahun 2005 hingga sekarang, banjir hari Minggu, tanggal 6 Januari 2019 ini yang paling parah menggenangi daerah Organda," katanya.

Ia mengatakan, Pemerintah pernah berjanji akan melakukan pengerukan dan mencari solusi banjir, yang tidak hanya mengeruk di mulut got saja, namun juga akan mencari solusi lain dengan membuat drainase keluar dari langsung menuju ke kali Acai.

Sementara itu, Marina Rumawak tokoh perempuan Organda mengatakan, ketinggian air akibat banjir mencapai 1-1,5 meter sehingga merendam semua rumah warga yang berada di sekitarnya. 

"Musibah seperti ini sangat merugikan kami karena barang-barang kami seperti pakaian, alat elektronik, buku-buku anak dan sebagainya ikut terendam dan rusak," katanya. 

Ia berharap Pemerintah dan Dinas PU Kota Jayapura dapat melihat keluhan warga Organda, karena akibat pengendapan air di saluran kali menyebabkan banjir. (*)

loading...

Sebelumnya

Noken gantikan kantong plastik, BTM: Kami masih koordinasi

Selanjutnya

Setiap hari diangkut ke TPA, sampah di Pasar Pharaa Sentani tetap menggunung

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe