Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Hujan, harga sirih di Pasar Pharaa melonjak
  • Selasa, 08 Januari 2019 — 06:16
  • 446x views

Hujan, harga sirih di Pasar Pharaa melonjak

Memasuki 1 Januari 2019, harga sirih melonjak naik, dari sebelumnya Rp 30-50 ribu per kilogram naik menjadi Rp 70 ribu.
Penjual sirih di pasar Pharaa Sentani - Jubi/Yance Wenda

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi - Memasuki 1 Januari 2019, harga sirih melonjak naik, dari sebelumnya Rp 30-50 ribu per kilogram naik menjadi Rp 70 ribu.

Penjual sirih di pasar Pharaa Sentani Kabupaten Jayapura, Akbar, mengatakan harga sirih sudah mulai naik sejak memasuki tahun baru ini.

"Siri naik itu dari tanggal 1 Januari sampai sekarang masih naik terus," kata Akbar, saat ditemui Jubi di Sentani, Senin (7/1/2019).

Ia mengatakan faktor cuaca, hujan yang turun terus menerus, membuat petani sulit memanen sirih.

"Mau panen siri susah juga, dalam sehari saja itu lima kantong yang masuk dan itu juga pembeli baku rampas kalau mau beli siri, soalnya hujan to," katanya.

Akbar menjelaskan sebelum masuk tahun baru, sirih masih dijual dengan harga lebih murah dari sekarang. Namun dalam beberapa hari ini harga berubah dan terus naik.

"Kalau sudah naik, tidak ada pedagang yang berani jual eceran harga Rp 5 ribu. Paling murah Rp 10-20 ribu per tumpuk. Tadi pagi 1 kilo sirih masih bisa dibeli Rp 60 ribu. Siang sudah naik jadi Rp 70 ribu," jelasnya.

"Satu kantong hitam ini saya beli Rp 500 ribu. Saya beli saja daripada pulang kosong to. Soalnya saya juga beli itu dari tangan penjual yang kedua dan ketiga, soalnya susah juga mau dapat sirih," imbuhnya.

Mama Imanuel, pembeli sirih di Akbar dan akan menjualnya lagi, mengatakan ia biasa membeli siri dalam jumlah banyak. Namun karena harga lagi naik, ia memilih ambil sedikit saja.

"Mama biasa jualan pinang ojek di depan rumah jadi mama kalo ambil sirih itu paling 1 kilo paling banyak. Tapi sekarang sudah mahal, jadi mama ambil sedikit saja," jelasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kebangkitan ekonomi orang asli Lanny Jaya

Selanjutnya

Stok berkurang, harga sayur di Pasar Pharaa naik

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe