Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Bencana alam terus terjadi di Kepulauan Solomon
  • Selasa, 08 Januari 2019 — 06:47
  • 666x views

Bencana alam terus terjadi di Kepulauan Solomon

“Ketika pertama kali saya datang... 15 tahun yang lalu, kita hanya perlu menghadapi banjir di dataran Guadalcanal saat bulan-bulan seperti ini,” katanya.
Tanah longsor di Distrik Tasimate Tengah, Kepulauan Solomon. - RNZI/ Katelyn Mola

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Honiara, Jubi - Loti Yates, Direktur Kantor Penanggulangan Bencana Kepulauan Solomon, sudah terbiasa menghadapi bencana banjir di negara itu. Tetapi bahkan ia pun mulai khawatir melihat bencana yang harus ia tangani - dan seberapa sering mereka terjadi.

“Ketika pertama kali saya datang... 15 tahun yang lalu, kita hanya perlu menghadapi banjir di dataran Guadalcanal saat bulan-bulan seperti ini,” katanya.

Tapi masalahnya sudah berubah. Sebagian besar waktu kerjanya kini digunakan untuk menangani bencana banjir di seluruh pulau-pulau di negara itu, katanya, terkadang di delapan provinsinya sekaligus.

Selama dua minggu terakhir, sebagian besar Solomon telah diguyur hujan lebat, yang menyebabkan banjir dan tanah longsor di seluruh negeri. Akibatnya, dua orang telah meninggal dunia dan sebanyak 22.000 orang hancur rumah atau kebunnya, menurut perkiraan Kantor Penanggulangan Bencana.

“Setelah mengamati perubahan selama bertahun-tahun - saya bisa menjamin hal ini. Bencana-bencana menjadi semakin buruk,” kata Yates.

Januari memang merupakan musim hujan di Pasifik, tetapi volume dan frekuensi dari serangan cuaca buruk di kawasan ini, membuat ilmuwan dan lembaga bantuan kemanusiaan khawatir, dan menambah tekanan yang besar pada badan-badan penanggulangan bencana di kawasan itu.

Dua minggu terakhir ini, Kepulauan Solomon dihadapkan dengan tiga badai, yang melanda negara itu berturut-turut.

Yates mengungkapkan bahwa salah satu korban tewas berlokasi di Provinsi Isabel, ketika seorang pria meninggal dunia, setelah mencoba berenang menyeberangi sungai yang meluap untuk pulang. Polisi juga telah membenarkan laporan lainnya terkait kecelakaan sebuah kapal, dengan delapan penumpang di Laguna Marovo di Seghe pada malam tahun baru, tiga penumpang kapal itu masih hilang sampai sekarang.

“Kami sudah berusaha memperingatkan orang-orang, untuk tidak melakukan perjalanan melintasi antarpulau atau melewati sungai,” kata Yates. (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Uskup-uskup Pasifik tegas tangani pastor predator

Selanjutnya

Persiapan referendum Bougainville berlanjut

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe