Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pemilu, berita bohong, dan prioritas Pemerintah Samoa
  • Selasa, 08 Januari 2019 — 06:51
  • 448x views

Pemilu, berita bohong, dan prioritas Pemerintah Samoa

Tahun 2019 diharapkan dapat menjadi tahun yang penting, dan tahun dimana pasti terjadi beberapa perubahan mengejutkan yang menarik.
Perdana Menteri Samoa, Tuilaepa Sailele Malielegaoi, dalam pidato akhir tahun 31 Desember lalu, seraya menanti pergantian tahun. - Samoa Observer/ Sapeer Mayron

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Mata'afa Keni Lesa

Setelah perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 sudah benar-benar usai, seperti yang kita ketahui, tiba saatnya untuk kembali menghadapi masalah-masalah yang, dengan lekas, seolah-olah mengingatkan kita kalau masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Tahun 2019 diharapkan dapat menjadi tahun yang penting, dan tahun dimana pasti terjadi beberapa perubahan mengejutkan yang menarik.

Komentar Perdana Menteri Samoa, Tuilaepa Sa'ilele Malielegaoi, kemarin di halaman depan berita Samoa Observer, memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai sejumlah tantangan negara ini ke depan.

Dalam bidang politik, faktanya adalah saat ini kita mulai perlahan-lahan menuju masa pemilihan umum berikutnya, hanya dua tahun lagi. Pemimpin-pemimpin di negara ini sadar benar akan hal itu - bahkan pada akhir tahun 2019, ada kemungkinan sebagian besar diskusi tingkat nasional akan didominasi oleh topik pemilu – siapa pun pemain penting yang terlibat nantinya.

Apa yang kita ketahui sejauh ini adalah, bahwa PM Tuilaepa kemungkinan besar akan menjadi pemain kunci dalam pemilu berikutnya. Setelah memimpin partainya, Human Rights Protection Party atau singkatnya HRPP, selama 20 tahun terakhir - serta mengabdi sebagai anggota parlemen selama 37 tahun - Tuilaepa tahu satu atau dua hal tentang bagaimana memenangkan pemilihan umum.

Baru-baru ini, menanggapi pertanyaan oleh surat kabar Samoa Observer, mengenai bagaimana persiapan partainya untuk pemilu, dan apakah mereka sudah mulai berkampanye untuk kembali memenangkan pemilu, Tuilaepa santai, seperti perangai biasanya.

“Kami selalu mempersiapkan diri,” katanya. “Semua hal yang kami lakukan adalah persiapan untuk pemilihan berikutnya, setiap proyek yang kami lakukan. Ini semua sangat, sangat penting, karena kami yakin bahwa bukan kata-kata yang penting, apa yang dilakukan, itu yang penting, tindakan nyata berbicara lebih keras.”

Tuilaepa mengatakan hal yang benar. Bahkan, sebenarnya, itu adalah cara terbaik untuk melakukan hal tersebut; yang terbaik adalah membiarkan tindakan nyata berbicara lebih keras. Saat ini, kita sendiri sudah melihat banyak pihak - termasuk pemimpin-pemimpin politik - yang mengumbar terlalu banyak omong kosong.

Namun, Perdana Menteri Tuilaepa dan pemerintahnya juga bersalah atas hal ini. Mereka mengatakan satu hal, lalu melakukan hal lainnya, mereka sering melanggar kebijakan dan tindakan mereka sendiri.

Bicara mengenai pemerintah, satu tahun lagi sudah berlalu tanpa ada satu hal pun yang dilakukan, untuk menyelesaikan masalah korupsi yang ditemukan oleh Kepala Auditor, Controller and Chief Auditor, serta laporan sebelumnya oleh Officers of Parliament Committee (OPC). Di mana transparansi? Akuntabilitas? Praktik tata pemerintahan yang baik?

Di dalam gereja, juga, ada pihak yang percaya bahwa beberapa pemimpin lebih banyak melakukan kerusakan pada kawanan domba-dombanya, meninggalkan mereka dalam kesedihan dan penderitaan. Ke mana perginya cinta? Rasa peduli? Belas kasih?

Adapun di tingkat desa, kita percaya bahwa sistem matai masih memiliki lebih banyak relevansi, dalam membantu pemerintah dan gereja-gereja, untuk mengatasi berbagai masalah dewasa ini. Hal ini dicapai dengan melibatkan pengaruh luar biasa yang mereka miliki, untuk mempengaruhi kaum muda secara positif. Ini juga berarti mereka sendiri harus memimpin, dengan menjadi contoh dan melakukan apa yang benar.

Isu-isu di atas merupakan tantangan kita hari ini, masalah-masalah yang berteriak kepada para pemimpin agar segera diselesaikan.

Menariknya, dilihat dari wawancara PM Tuilaepa kemarin, ia jelas-jelas berusaha memberikan prioritas, untuk mengatasi masalah penyebaran informasi yang tidak akurat melalui berbagai media sosial. PM Tuilaepa berkata bahwa ia berusaha mengatasi isu ini, melalui program media mingguannya, ‘untuk memastikan bahwa rakyat memahami apa yang sedang kita lakukan, dan bahwa semua ini dipertimbangkan menjelang pemilihan umum’.

Tuilaepa menuturkan, “banyak informasi ini yang datang dari luar negeri. Tetapi, orang-orang di luar negeri itu mereproduksi berita bohong dari sini.

“Jadi untuk melawan upaya-upaya ini, saya melakukan konferensi media seperti ini setiap minggu, dan selain itu, saya juga menanggapi panggilan telepon langsung dari Selandia Baru dan Australia.

“Itu adalah tindakan tandingan saya terhadap berita bohong. Saya langsung berbicara dengan mereka, melalui wawancara-wawancara ini dan saya menjelaskan semuanya dalam Bahasa Samoa, bahasa yang dimengerti orang-orang kami.”

Tapi, seperti yang kita lihat di seluruh dunia, isu yang disebut berita bohong, atau yang lebih dikenal dengan hoaks, tidak terbatas hanya di Samoa. Persoalan ini terjadi di mana-mana, di mana ada media sosial dan di mana orang-orang bebas untuk mengetik, dan memposting apa pun semau mereka.

Yang lebih penting bagi para pemimpin Samoa adalah memusatkan upaya untuk melaksanakan peran mereka.

Biarkanlah, mereka tidak perlu khawatir tentang berita bohong, rakyat kita cukup pintar, untuk bisa membedakannya dari berita yang benar.

Terkadang lebih baik untuk tidak memberikan nilai penting pada berita-berita bohong ini dengan tanggapan, kecuali kita semua ingin berputar di lingkaran berita bohong mereka (Samoa Observer)

loading...

Sebelumnya

Persiapan referendum Bougainville berlanjut

Selanjutnya

Minim fasilitas di pedalaman PNG, ibu muda meninggal saat melahirkan

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe