Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Stok berkurang, harga sayur di Pasar Pharaa naik
  • Selasa, 08 Januari 2019 — 07:30
  • 453x views

Stok berkurang, harga sayur di Pasar Pharaa naik

Sayur mayur yang per ikat biasa dijual Rp 5-10 ribu, kini naik menjadi Rp 15-20 ribu.
Ilustrasi, mama-mama OAP saat berjualan sayur di Pasar Pharaa Sentani – Jubi. Dok

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi - Sejak akhir Desember hingga awal tahun baru 2019 ini, stok sayur mayur di Pasar Pharaa Sentani berkurang dibanding sebelumnya. Akibatnya, harga naik karena permintaan tetap sama seperti hari-hari biasa.

Sayur mayur yang per ikat biasa dijual Rp 5-10 ribu, kini naik menjadi Rp 15-20 ribu.

Ester Matuan, perempuan asal Wamena yang hari-hari berjualan sayur di Pasar Pharaa Sentani, mengatakan harga sayur mayur di pasar tersebut sudah naik sejak bulan Desember lalu.

"Dari sebelum Natal, harga sayur sudah naik. Satu ikat saya jual Rp 15 ribu. Kalo yang lain jual Rp 20 ribu untuk satu ikat sayur kangkung putih," jelasnya kepada Jubi di Pasar Pharaa Sentani, Senin (7/1/2019).

Ester mengatakan sayur mayur yang harganya naik antara lain bayam merah, bayam loreng, sawi, kangkung cabut, dan kangkung putih.

"Pemborong mereka bawa dan mama-mama kami beli dengan harga Rp 4 ribu, baru kami jual itu habis jam 10 langsung kosong," jelasnya.

Ester mengatakan faktor harga sayur masyur naik karena hujan yang saat ini terus mengguyur Kota dan Kabupaten Jayapura.

"Mama-mama Paniai yang punya kolam kangkung di Youtefa dan di belakang kampus USTJ itu tergenang air, jadi mau bawa dari mana lagi. Yang saya jual ini ada langganan yang bawa dari Koya sana," ucap Ester.

Ia berharap harga sayur mayur di pasar bisa segera kembali normal, namun semua kembali ke faktor cuaca saat ini.

"Nanti kalau cuaca baik baru harga sayur normal kembali," kata Ester.

Di tempat terpisah, Ibu Mina Wenda, mengatakan sejak bulan Desember dirinya susah sekali mencari sayur.

"Sayur susah jadi kami makan apa adanya. Kalau di kebun ada daun petatas, kami ambil baru masak, karena mas sayur yang biasa bawa jualan ini sudah mahal dan layu juga mereka jual jadi," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Hujan, harga sirih di Pasar Pharaa melonjak

Selanjutnya

Puluhan kios di Pasar Kalibobo Nabire tidak difungsikan

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe