Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Setiap hari diangkut ke TPA, sampah di Pasar Pharaa Sentani tetap menggunung
  • Selasa, 08 Januari 2019 — 08:34
  • 420x views

Setiap hari diangkut ke TPA, sampah di Pasar Pharaa Sentani tetap menggunung

Selain kekurangan tenaga kebersihan dan armada pengangkut sampah, kesadaran membuang sampah pada tempatnya dari para pedagang di pasar tersebut, baik pedagang hasil bumi maupun pedagang kios, juga masih kurang.
Mama-mama saat berjualan di depan tumpukan sampah - Jubi/Yance Wenda

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Meski setiap hari petugas kebersihan di Pasar Pharaa Sentani mengangkut tumpukan sampah di pasar tersebut untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) tetap saja sampah menggunung di pasar terbesar di Kabupaten Jayapura itu.

Selain kekurangan tenaga kebersihan dan armada pengangkut sampah, kesadaran membuang sampah pada tempatnya dari para pedagang di pasar tersebut, baik pedagang hasil bumi maupun pedagang kios, juga masih kurang.

Para pedagang hasil bumi biasa begitu saja meninggalkan barang dagangannya yang membusuk karena tidak laku. Sementara pedagang kios membuang sembarangan karton dan plastik bila mereka membongkar barang dagangannya.

Bachtiar, petugas kebersihan di Pasar Pharaa, mengatakan sejak tanggal 1 Januari ia sudah mulai bekerja membersihkan sampah yang menumpuk di dalam pasar.

"Habis tahun baru malam itu kan sampah petasan banyak. Apalagi sampah dari sisa jualan lebih banyak lagi," ucapnya.

Bachtiar menjelaskan meski dirinya dan para petugas kebersihan di Pasar Pharaa setiap hari bekerja membersihkan sampah di pasar tersebut namun sampah masih terlihat menumpuk. 

"Kami kekurangan tenaga dan armada. Kalo untuk di pasar ini memang harus tambah petugas dan tambah kendaraan. Karena saya dalam sehari hanya bisa angkut 3 sampai 4 kali saja. Kalo mau  5 atau 6 kali angkut, tunggu sore baru saya jalan karena radiator bocor," jelasnya.

Ia menambahkan perbandingan sampah dari hasil bumi dan sampah kios sama banyaknya.

"Kalau dari yang saya lihat itu dua-dua sama saja banyaknya, baik dari mama-mama dorang dan juga karton-karton dari habis bongkar barang di kios," kata Bachtiar kepada Jubi di Pasar Pharaa Sentani, Senin (7/1/2019).

Ia mengatakan sampah yang berada di luar pasar bukan menjadi tanggung jawabnya.

"Tugas saya hanya angkat sampah yang ada di dalam pasar. Kalau yang di luar pasar itu tugas DKPP dorang, karena itu sampah dari masyarakat," jelas Bachtiar.

Defrans Wanimbo, seorang penjual pinang di pasar Pharaa Sentani, mengatakan sampah yang di luar pasar saja sudah setengah mati untuk angkat ke tempat pembuangan akhir (TPA) apalagi yang di dalam pasar yang jumlahnya jauh lebih banyak.

"Kalau yang di luar ini mereka memang angkat tapi yang di bagian dalam itu yang susah untuk diangkut terlalu banyak sekali yang tidak bawa keluar agar petugas mudah untuk angkut," ucapnya.

Ia juga berharap penjual dan petugas bisa saling kerja sama dalam menjaga kebersihan pasar.

"Mereka yang di dalam ini angkat sampah taruh di luar itu bagus supaya tidak setengah mati angkut ke dalam lagi," kata Defrans. (*)

loading...

Sebelumnya

Warga Organda: Dinas PU bohong soal pengerukan

Selanjutnya

Jembatan Hamadi-Holtekam 40 persen lagi selesai

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe