Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Bencana Grenfell, Inggris didesak bangun jutaan rumah sosial
  • Selasa, 08 Januari 2019 — 16:41
  • 234x views

Bencana Grenfell, Inggris didesak bangun jutaan rumah sosial

Kebakaran di salah satu kawasan tertingal di London pada 2017 itu memicu kemarahan publik, termasuk para pegiat menuding pemerintah secara berturut-turut mengabaikan kelangkaan perumahan.
Ilustrasi pixabay.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

London, Jubi - Inggris memerlukan 3,1 juta rumah baru dalam 20 tahun ke depan untuk mengatasi krisis perumahan usai kebakaran Menara Grenfell yang menewaskan 71 orang korban. Kebakaran di salah satu kawasan tertingal di London pada 2017 itu memicu kemarahan publik, termasuk para pegiat menuding pemerintah secara berturut-turut mengabaikan kelangkaan perumahan.

Dana penampungan tuna - wisma mengajak kelompok Grenfell dan pengacara dari berbagai pihak serta pakar perumahan untuk menyusun rekomendasi yang akan diserahkan ke para pemimpin politik pada Selasa termasuk di antaranya program pembangunan perumahan dalam 20 tahun.

"Komisi merancang rencana pembangunan perumahan sosial untuk mengatasi krisis yang menghadang," kata Greg Beales, direktur kampanye penampungan, kepada Yayasan Thomson Reuters.

Membangun dalam skala itu akan memberikan harapan bagi semua orang yang sangat berjuang menghadapi situasi perumahan.  Rekomendasi tersebut meliputi pula 1,27 juta rumah bagi mereka yang sangat memerlukan.

Menteri Perumahaan James Brokenshire, mengatakan menyediakan rumah sosial yang layak menjadi prioritas pemerintah yang akan memberikan 250.000 rumah yang terjangkau hingga 2022, termasuk rumah sosial sewa.

Inggris mengalami kelangkaan perumahan sosial sejak 1980-an ketika pemerintah mengizinkan para penyewa membeli rumah dengan harga dasar tanpa mengganti saham. Sejak itu, bertahun-tahun kekurangan pembangunan, peningkatan persewaan dan pemangkasan keuntungan rumah sosial telah menimbulkan masalah perumahan.

Perdana Menteri Theresa May mengatakan, pemerintah akan membangun 300 ribu rumah lebih dalam setahun hingga tahun 2020 untuk mencoba mengatasi kelangkaan perumahan yang makin meluas dan menyebabkan harga melambung.

Sasaran tersebut agaknya belum mampu mengatasi krisis perumahan dan Tempat Penampungan mendesak pemerintah untuk membuat kebijakan jangka panjang misalnya peraturan baru dan standar yang dapat menyokong perumahan sosial.

"Daya jangkau terhadap rumah telah mengurung banyak keluarga untuk bisa mendapat kehidupan layak," ujar Campbell Robb, kepala Yayasan Joseph Rowntree, organisasi yang berkarya untuk penghapusan kemiskinan di Inggris.

Jutaan keluarga tersingkir ke sudut, membuat mereka harus berjuang setiap hari untuk hidup. Ketidakmampuan untuk memperoleh perumahaan juga mendorong pertumbuhan tuna wisma setiap tahun, yang menurut dana perumahan, ada sekitar 80 ribu keluarga tinggal di rumah sementara, termasuk sekitar 120 ribu anak.

Laporan itu yang juga diikuti oleh konsultasi umum, juga merekomendasikan regulator baru untuk menerapkan standar bersama dan serikat nasional yang mewakili para penyewa rumah sosial. (*)

loading...

Sebelumnya

Ini tawaram Turki terhadap pangkalan militer AS di Suriah

Selanjutnya

Ulas Paradise Papers jurnalis Turki divonis penjara

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]oidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe