Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Jakub mogok makan, minta proses sidang dipindah ke Jayapura
  • Selasa, 08 Januari 2019 — 18:20
  • 1298x views

Jakub mogok makan, minta proses sidang dipindah ke Jayapura

Sudah berapa lama ia mogok makan, saya tidak tahu pasti, hanya sebelum sidang ini ia hanya makan biskuit tiga biji saja,
Persidangan perdana Jakub Fabian Skrzypski dan Simon Magal yang ditunda pada 17 Desember 2018-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Selasa, 15 Januari 2019 | 10:26 WP
Features |
Senin, 14 Januari 2019 | 05:50 WP
Features |
Rabu, 09 Januari 2019 | 08:32 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Wamena, Jubi - Setelah sempat ditunda, sidang lanjutan dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap terdakwa Jakub Fabian Skrzypski warga negara Polandia dan Simon Magal, yang sedianya dijadwalkan digelar Selasa (8/1/2019) di Pengadilan Negeri Wamena harus kembali tertunda.

Penyebabnya, terdakwa Jakub menolak hadir di persidangan. Dia ingin agar proses persidangan dilanjutkan di Jayapura.

Welis Doga selaku tim kuasa hukum Jakub Fabian Skrzypski mengatakan, mulanya ia bersama kuasa hukum Simon Magal telah berada di Pengadilan Negeri Wamena, sambil menunggu jaksa menjemput Jakub di tahanan Polres Jayawijaya.

Tetapi, Welis ditelepon oleh jaksa, memberitahukan bahwa Jakub menolak ikut ke persidangan, sehingga akhirnya kuasa hukum pun ke Polres untuk membujuk yang bersangkutan agar mau ikut sidang.

“Saya tadi sudah di pengadilan, tetapi jaksa telepon suruh datang ke Polres bujuk Jakub untuk hadir ke persidangan karena satu dakwaan dengan Simon, kalau tidak hadir nanti Simon yang dikorbankan, tetapi dia bersikeras tidak mau ikut ke pengadilan,” kata Welis Doga.

Welis menyebutkan alasannya yang pertama Jakub ingin di sidang di Jayapura dan dia pun melakukan aksi mogok makan di tahanan.

“Setelah kami bicara dengan jaksa, soal makan itu sudah difasilitasi selayaknya, tetapi mungkin ini juga soal perbedaan perlakuan di negaranya, Polandia dengan di Indonesia, mungkin itu sebabnya sehingga dia tolak lanjutkan sidang di Wamena,” katanya.

Maka dari itu, setelah koordinasi dengan tim kuasa hukum lainnya sehingga meminta ke pengadilan agar persidangan ditunda hingga 14 Januari 2019.

“Nanti akan dikoordinasikan lagi dengan tim kuasa hukum lainnya. Saya pun akan berusaha berbicara dengan Jakub untuk berusaha mengikuti tahapan ini, karena memang kami coba bicara dengan hakim, dimana pengadilan tidak punya hak untuk pindahkan proses persidangan di Jayapura,” ujar Doga.

Lagi pula, kata dia, proses itu sebenarnya sudah lewat, dimana proses permintaan pemindahan sidang tetapi dia (Jakub) masih ngotot itu dan minta sidang dilanjutkan di Jayapura.

“Sudah berapa lama ia mogok makan, saya tidak tahu pasti, hanya sebelum sidang ini ia hanya makan biskuit tiga biji saja, dan itu bahaya bagi kesehatannya. Dia tetap tidak mau dan menolak semua persidangan di Wamena,” katanya.

Tim Kuasa Hukum Simon Magal, David Maturbongs mengatakan awalnya tim kuasa hukum sama seperti Jakub, yakni berusaha untuk melobi agar lokasi sidang di Wamena dipindahkan ke Jayapura.

“Kami sudah berusaha, tetapi dari Kejaksaan Tinggi sampaikan bahwa hal itu sudah lewat, dimana seharusnya dari awal ada komunikasi dan bermohon ke Mahkamah Agung untuk lokasi sidang ini dipindahkan dari Pengadilan Negeri Wamena ke Pengadilan Negeri Jayapura,” katanya.

Terkait dengan sidang kali ini, ia mengaku memaklumi apa yang terjadi dengan Jakub, tetapi satu sisi ia juga merasa dirugikan, karena kalau semakin lama Jakub melakukan aksi mogoknya itu maka sidang akan semakin terbengkalai karena Simon Magal dan Yakob satu dakwaan.

Kecuali dakwaannya displit lalu kami bisa lanjutkan sidang tanpa kehadiran Jakub. Tetapi karena satu dakwaan jadi kami tetap menunggu, tetapi kami kembalikan kepada majelis hakim yang memutuskan apakah sidang dapat dilakukan tanpa kehadiran Jakub dan hanya Simon saja yang disidang, ujar Maturbongs. (*)


 

 

loading...

Sebelumnya

Warga mengeluh jaringan telkomunikasi, ini janji Bupati Mambra

Selanjutnya

Alih fungsi lahan untuk pengembangan Kota sebabkan banjir

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Rabu, 09 Januari 2019 WP | 6001x views
Polhukam |— Selasa, 08 Januari 2019 WP | 5639x views
Mamta |— Kamis, 10 Januari 2019 WP | 4973x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe