Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. 200 kasus curanmor ditangani Polsek Sentani Kota selama 2018
  • Rabu, 09 Januari 2019 — 10:25
  • 266x views

200 kasus curanmor ditangani Polsek Sentani Kota selama 2018

Kapolsek Sentani Kota melalui Kepala Seksi Humas, Brigpol M Ichsan JN, mengatakan jumlah  kasus curanmor selama 2018 lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
Kasi Humas Polsek Sentani Kota, Brigpol M Ichsan JN, saat diwawancarai di ruang kerjanya - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Kepolisian Sektor (Polsek) Sentani Kota selama 2018 menangani 200 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polsek Sentani Kota.

Kapolsek Sentani Kota melalui Kepala Seksi Humas, Brigpol M Ichsan JN, mengatakan jumlah kasus curanmor selama 2018 lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini, kata Ichsan, disebabkan karena petugas rutin melakukan patroli diologis dan blue light pada malam oleh tim khusus yang biasa disebut tim Paniki.

“Dari jumlah 200 kasus, 25 di antaranya sudah P-21 tahap dua. Sekitar 70 persen kasus curanmor terjadi karena kelalaian pemilik kendaraan dan 30 persen murni kriminal,” jelas Kasi Humas Polsek Sentani Kota, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/1/2019).

Dikatakan 200 kasus curanmor ini semuanya terungkap di wilayah Kabupaten Jayapura tetapi dari sisi Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebagian kami limpahkan ke Polsek Abepura dan Polresta Jayapura.

“Sebagian besar kendaraan sudah kami kembalikan kepada pemiliknya setelah melakukan pendataan kepemilikan kendaraan dengan melibatkan kantor Samsat. Dengan cara mem-posting di media sosial dan pemberitahuan serta pengumuman di media cetak dan elektronik,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Ichsan, 42 kasus penganiayaan terjadi selama 2018. Semua kasus telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Penganiayaan terjadi karena pelaku di bawah pengaruh minuman keras. Kasus diselesaikan juga dengan cara kekeluargaan atas permintaan korban,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura, Pdt. Robby Depondeye, mengatakan kasus kriminal yang terjadi di masyarakat paling banyak dipicu oleh minuman beralkohol. Padahal, peredaran minuman beralkohol di wilayah ini sudah dilarang bahkan pemerintah setempat tidak sudah tidak lagi mengeluarkan izin penjualan.

“Biasanya ada yang main-main melalui pintu belakang tetapi juga melalui jaringan seluler. Hal-hal seperti ini perlu diperhatikan bersama oleh semua pihak,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Dinas Tanaman Pangan pasang strategi untuk petani

Selanjutnya

Tim Adipura Jayapura harus saling bersinergi

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe