Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Minim fasilitas di pedalaman PNG, ibu muda meninggal saat melahirkan
  • Rabu, 09 Januari 2019 — 06:37
  • 521x views

Minim fasilitas di pedalaman PNG, ibu muda meninggal saat melahirkan

Perawat dari Manolos Aviation, Suster Susan Muro berkata, kesulitan yang dialami perempuan selama bersalin itu sangat nyata di daerah-daerah terpencil seperti Desa Mama ini.
Ibu-ibu hamil menunggu gilirannya periksa di klinik prenatal di pos kesehatan desa terpencil. - The Guardian/Larissa Tuohy, ChildFund Australia

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kokopo, Jubi - Dua anak kembar berusia dua minggu dari Desa Mama, Distrik Teluk Huon, akan bertumbuh tanpa mengenali ibu mereka yang meninggal saat melahirkan kedua bayi tersebut, tepat pada Natal, 25 Desember 2018 lalu.

Buruknya fasilitas kesehatan di daerah terpencil, telah merugikan banyak lapisan masyarakat, terutama ibu-ibu hamil, dan situasi ini telah menyebabkan pelayanan kesehatan menjadi tidak teratur.

Kedua bayi perempuan, Tahira dan Nylah, sudah kembali ke rumah mereka, Sabtu lalu (5/1/2019), untuk dirawat oleh bersama ayah mereka, Simai Fare, dan bergabung dengan kakak mereka yang baru berusia tiga tahun.

Ibunya, Rosel Simai, 21 tahun, dari Rabuana di Provinsi Britania Baru Timur atau East New Britain, tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia pada dini hari berikutnya, akibat komplikasi yang menyebabkan kehilangan banyak darah, dan terbatasnya fasilitas kesehatan di daerah itu untuk menyelamatkannya. Fasilitas kesehatan terdekat dikatakan berjarak dua hari perjalanan kaki dari desanya, dan Simai tidak bisa melakukan perjalanan itu dengan kondisi kesehatan kritis.

Seorang kerabatnya harus berjalan selama dua jam ke suatu lokasi, untuk bisa mengakses jaringan telepon seluler dan menghubungi tim medivac (evakuasi medis) Manolos Aviation pukul 11.30 pagi, 26 Desember 2018. Ketika tiba, tim itu terlambat dan sang ibu sudah meninggal dunia. Mereka membantu membawa bayi kembar ke Rumah Sakit Angau Memorial untuk diperiksa kesehatannya.

Menurut suami Simai, Simai Fare, sulitnya transportasi dan jangkauan jaringan, adalah dua dari beberapa masalah besar yang mereka hadapi di daerah tersebut. “Istri saya seharusnya bisa selamat kalau ada kendaraan untuk membawanya ke rumah sakit secepatnya.”

Karena ibu tersebut mengalami perdarahan pasca-persalinan di malam hari, jika tim medivac bisa dihubungi pun mereka tidak akan bisa datang dengan segera, karena keterbatasan teknologi untuk terbang pada malam hari.

Perawat dari Manolos Aviation, Suster Susan Muro berkata, kesulitan yang dialami perempuan selama bersalin itu sangat nyata di daerah-daerah terpencil seperti Desa Mama ini.

Wakil Sekretaris Departemen Kesehatan Nasional, Dr. Paison Dakulala, mengungkapkan kesedihannya saat mendengar kabar itu, menambahkan bahwa departemennya sedang berupaya menyelesaikan masalah seperti ini, dengan mengalokasikan anggaran di tahun 2019 untuk memperbaiki fasilitas kesehatan di daerah pedesaan. (Post-Courier)

loading...

Sebelumnya

Pemilu, berita bohong, dan prioritas Pemerintah Samoa

Selanjutnya

Aktor populer Vanuatu meninggal dunia

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe