Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pemerintah berselisih, PM Australia akan kunjungi Fiji
  • Rabu, 09 Januari 2019 — 06:51
  • 1717x views

Pemerintah berselisih, PM Australia akan kunjungi Fiji

Perselisihan terbaru itu timbul akibat seorang pria yang dipenjara di Turki, karena dituduh menjadi anggota Islamic State. Perbedaan persepsi ini terkait apakah pria itu warga negara Fiji atau bukan.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. - RNZI/AFP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Canberra, Jubi - Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, akan mengunjungi Fiji pada akhir Januari ini. PM Morrison dijadwalkan bertamu dari 17 sampai 20 Januari 2019.

Kunjungan Morrison dilaksanakan pada saat dimana Australia terus gagal menjaga hubungan baik dengan pemimpin-pemimpin Pasifik, meskipun terus berupaya.

Perselisihan terbaru itu timbul akibat seorang pria yang dipenjara di Turki, karena dituduh menjadi anggota Islamic State. Perbedaan persepsi ini terkait apakah pria itu warga negara Fiji atau bukan.

Neil Prakash dicabut kewarganegaraan Australia-nya minggu lalu, dan pemerintah Australia mengklaim bahwa ia juga memiliki kewarganegaraan Fiji. Australia tetap berkeras bahwa fakta ini benar dan tetap mempertahankan pendirian mereka. Pendirian itu tetap diambil meskipun pejabat imigrasi Fiji membantah keras, kalau pria berusia 27 tahun itu, sempat memegang atau mengajukan permohonan untuk kewarganegaraan Fiji.

Pada Jumat dua pekan lalu (28/12/2018), Prakash dilucuti kewarganegaraannya oleh Australia, namun hukum internasional melarang negara, untuk menjadikan seseorang tanpa kewarganegaraan.

Menteri Keimigrasian Australia, Peter Dutton, menegaskan kembali posisi pemerintahnya kepada wartawan.

“Nasihat legal yang diterima oleh pemerintah, berdasarkan pada semua informasi dan fakta dari masalah ini, adalah bahwa Prakesh adalah seorang warga negara Fiji, dan seperti yang saya katakan, Pemerintah Fiji telah diberitahukan perihal hal ini beberapa waktu lalu, dan kami akan terus telah bekerja dengan Fiji, dan kami akan melanjutkan hubungan itu,“ tutur Dutton.

Prakash ditangkap di Turki tahun 2016, dan sekarang ditahan di sana dengan tuduhan terorisme.

Sementara itu, Perdana Menteri FIji, Frank Bainimarama, menegaskan kepada surat kabar Fiji Sun bahwa Prakash “tidak bisa datang ke sini (Fiji) karena ia tidak memenuhi persyaratan.”

“Bagaimanapun, ia adalah seorang teroris dan anggota ISIS,” kata Bainimarama.

“Kami tidak setuju dengan mereka, kami juga tidak akan mengakomodasi mereka.” (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Aktor populer Vanuatu meninggal dunia

Selanjutnya

Prediksi Pasifik 2019

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe