Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Pasar Kalibobo jadi tempat sampah
  • Rabu, 09 Januari 2019 — 08:32
  • 674x views

Pasar Kalibobo jadi tempat sampah

“Karton bekas, bekas bungkusan makanan dan sampah rumah tangga menjadi pemandangan yang biasa kita saksikan di sini. Sampah-sampah ini bukan dari pasar, melainkan dibuang oleh warga dari luar areal pasar. Mereka membuangnya pada malam hari, saat tidak ada aktivitas di pasar”
Sampah yang bertumpukan di pasar sentral Kalibobo, Nabire - Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

PENANGANAN sampah di Kabupaten Nabire dinilai belum maksimal. Pemerintah setempat disebut tidak serius menanganinya. Di pasar sentral Kalibobo, misalnya, sampah dibiarkan menumpuk berminggu-minggu hingga sebulan lamanya, sehingga pasar dianggap sebagai tempat sampah.

Salah seorang pedagang di pasar Kalibobo, La Ode, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire serius menangani sampah di pasar tersebut. Menurut dia, di lokasi tempatnya berjualan dikenakan retribusi sebesar Rp 20 ribu per lapak tiap bulannya. Impaknya kebersihan pasar juga harus diperhatikan.

“Jangan mau uang saja tapi kewajiban (pemerIntah) juga harus seimbang,” kata La Ode, kepada Jubi di Nabire, Senin, 7 Januari 2018.

Dia mengakui bahwa pemerintah setempat tidak menyediakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di pasar Kalibobo. Akibatnya sampah berserakan di areal pasar. Hal ini disebutnya mengganggu aktivitas pasar.

“Sampah ini kan bau, belum lagi kalau ditaruh sembarang. Jadi, kami harap sampah bisa punya tempat khusus yang disediakan pemerintah,” katanya.

Pantauan Jubi, sejak Natal dan perayaan tahun baru 2019, sampah bertumpukan di pasar sentral itu.

Sampah yang bertumpukan juga memalang jalan masuk ke pasar dan lapak para pedagang. Oleh karena itu, La Ode dan pedagang lainnya berinisiatif membersihkannya. Mereka memagar dengan balok dan seng sebagai pembatas jalan di areal pasar.

Karton bekas, bekas bungkusan makanan dan sampah rumah tangga menjadi pemandangan yang biasa DIsaksikan di sini.

Sampah-sampah ini bukan dari pasar, melainkan dibuang oleh warga dari luar areal pasar. Mereka membuangnya pada malam hari, saat tidak ada aktivitas di pasar.

“Di sini bukan sampah pasar saja, banyak sisa makanan dan popok bayi karena orang luar juga masuk buang,” kata La Ode lagi.

Ia pun meminta agar petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Nabire sesering mungkin mengangkutnya dan tidak membiarkan sampah bertumpuk. Dirinya bahkan sering mengadu ke pihak berwenang. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.

“Seharusnya sampah ini di angkut teratur. Ini kami bayar retribusi Rp 20 ribu per bulan. Saya sudah sering ke petugas sampaikan tetapi sama saja,” katanya.

Dia berharap agar penanganan sampah khususnya di pasar Kalibobo dan Kabupaten Nabire pada umumnya diupayakan lebih baik lagi.

“Sebab kami di sini bayar retribusi, kami juga mau sampahnya diangkut dengan baik agar tidak menumpuk,” katanya.

Pedagang lainnya, Amri, mengatakan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire tiap bulan menagih retribusi kepada pemilik kios/lapak.

Tak hanya retribusi untuk sampah, pajak penggunaan bangunan kios/lapak yang digunakan (disewa) pedagang, mereka juga dibebankan membayar retribusi pelayanan pasar tiap bulannya.

"Artinya, kewajiban kami pedagang sudah dilakukan. Maka seharusnya pelayanan yang diterima juga seimbang. Terutama masalah kebersihan sampah agar memiliki tempat yang layak,” kata Amri.

Warga kota Nabire, Bambang, mengaku bahwa warga sering membuang sampah di pasar Kalibobo. Hal itu disebabkan karena tidak ada TPS. Dinas Lingkungan Hidup Nabire, katanya, sudah mengeluarkan imbauan agar lokasi pasar Kalobobo dijadikan TPS.

“Ya, kita mau buang di mana, tidak ada TPS. Lagian saya pernah baca berita beberapa waktu lalu, ada imbauan untuk buang (sampah) ke pasar. Ya, (kita) mau bagaimana lagi,” kata Bambang. (*)

loading...

Sebelumnya

BTM optimistis jembatan Hamadi selesai Maret

Selanjutnya

Hati-hati netizen, kini ada 18 media siluman di Papua!

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe