Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Elvis Ibo, mengais berkat jadi motoris di Danau Sentani
  • Rabu, 09 Januari 2019 — 11:20
  • 352x views

Elvis Ibo, mengais berkat jadi motoris di Danau Sentani

Elvis Ibo, pria asal Sentani, sudah mulai menjadi motoris—sebutan untuk pengemudi speedboat-- sejak ia masih remaja. Dengan modal speedboat pribadinya ia dapat menafkahi istri dan anaknya.
Ilustrasi, seorang motoris yang sedang menemani pengunjung keliling Danau Sentani dengan speedboat-nya – Jubi/Yance Wenda

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, JubiSpeedboat atau perahu cepat menjadi salah satu pilihan moda transportasi di Danau Sentani. Dengan alat transportasi ini masyarakat yang tinggal di kampung-kampung sekitar danau bermobilisasi.

Elvis Ibo, pria asal Sentani, sudah mulai menjadi motoris—sebutan untuk pengemudi speedboat-- sejak ia masih remaja. Dengan modal speedboat pribadinya ia dapat menafkahi istri dan anaknya.

"Saya sudah jadi motoris sejak duduk di bangku Sekolah Menegah Pertama," ucapnya, saat ditemui Jubi di dermaga Kalkote, Sentani Timur, Selasa (8/1/2019).

"Saya biasa mangkal di dermaga Kalkote ini. Pagi keluar antar mama-mama yang mau jualan dan anak-anak sekolah. Setelah itu tunggu di dermaga, mungkin ada yang pake speedboat untuk keliling-keliling kah begitu," katanya.

Tarif yang dipatok Elvis relatif murah bagi pengunjung yang hendak berwisata di Danau Sentani.

"Satu kali jalan keliling danau Rp 100 ribu saja. Kalo pake itu bisa Rp 400 ribu sampe Rp 500 ribu, tergantung lamanya waktu yang mereka pake. Saya paling senang kalau ada turis datang, baru pake, karena dengan mereka pake speedboat itu saya bisa dapat berkat lebih. Kalau anak sekolah dan masyarakat itu tergantung jaraknya saja, paling kisaran Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu," jelas Elvis.

Selama ia menjadi motoris banyak suka duka yang ia rasakan. Mulai dari seharian bekerja, pulang hanya membawa uang Rp 50 ribu, sampai mesin mendadak mati di tengah danau.

"Walau hal-hal itu saya rasakan namun itu sudah menjadi hal yang biasa bagi saya karena Tuhan masih kasih berkat begitu banyak bagi saya dan keluarga," kata Ibo.

Hasil menjadi motoris ia gunakan untuk kebutuhan rumah dan kebutuhan anaknya yang sedang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

"Kebutuhan itu banyak, apalagi untuk perawatan mesin dan isi bensin, jadi kalau saya dapat itu biasa saya bagi dan lebihnya saya kasih istri untuk kelola," jelasnya.

Pengunjung di dermaga Kalkote, Hesty, Anton, dan Mia, mengatakan melihat dan berkeliling Danau Sentani sesuatu yang sangat menyenangkan bagi mereka.

"Ini baru pertama kali kami mau naik speedboat. Habis biasa lihat di medsos teman-teman punya foto saat jalan-jalan di danau ini," kata Hesty.

Ia mengatakan teman-temannya ini baru berada di Kota Jayapura sehingga mereka penasaran Danau Sentani itu seperti apa.

"Mereka lihat foto-foto bagus-bagus jadi mereka datang langsung minta ke sini," kata Hesty. (*)

loading...

Sebelumnya

Bank Papua dan BTN optimis target kredit perumahan 2019 naik

Selanjutnya

Telkomsel: BTS di Distrik Benuki Kabupaten Mambra, bukan milik kami

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe