Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Tolak pelantikan kepsek, puluhan guru "serbu" DPRD Merauke
  • Rabu, 09 Januari 2019 — 12:51
  • 621x views

Tolak pelantikan kepsek, puluhan guru "serbu" DPRD Merauke

Sekitar 70 guru mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, melakukan aksi protes pelantikan ratusan kepala sekolah oleh Bupati Merauke, Frederikus Gebze, beberapa waktu lalu.
Para guru yang mengadu ke DPRD Merauke – Jubi/Frans L Kobun

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi – Sekitar 70 guru mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, melakukan aksi protes pelantikan ratusan kepala sekolah (kepsek) oleh Bupati Merauke, Frederikus Gebze, beberapa waktu lalu.

“Kami datang ke sini untuk menyuarakan agar pelantikan para kepala sekolah harus ditinjau kembali,” ungkap Wilhelmus Nauce, Kepsek SD Muram Sari, yang dimutasikan ke SD Dodalim, Distrik Tubang, Rabu (9/1/2019).

Dikatakan, ada sejumlah persoalan hingga membuat ketidakpuasan para guru pasca pelantikan. Misalnya, ada pelaksana tugas (plt) kepala sekolah yang sudah lama bertugas di sekolah itu, namun dipindahkan dan diganti guru baru dengan jam terbang yang masih sangat minim.

Selain itu, menurutnya, ada sejumlah kepala sekolah senior harus di-nonjob-kan begitu saja.  Bahkan beberapa guru sudah senior sekali ‘dibuang’  ke daerah pedalaman menjadi kepala sekolah.

Sejumlah persoalan dimaksud yang membuat ketidakpuasan para guru sehingga mereka melakukan aksi.  

“Saya berharap dewan sebagai perpanjangan tangan wakil rakyat harus memperjuangkan apa yang diinginkan dan diharapkan semua guru,” pintanya.

Nauce menambahkan jika mutasi guru dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, tentu tak menimbulkan persoalan seperti sekarang.

“Kita juga tidak tahu siapa yang mengatur mutasi, sehingga menimbulkan polemik berkepanjangan dan ketidakpuasan dari para guru seperti begini,” katanya.

Ketua DPRD Merauke, Fransiskus Sirfefa, mengatakan pihaknya memahami aksi protes para guru pasca pelantikan kepala sekolah, di Swisbelt Hotel beberapa waktu lalu.

“Kami tidak tinggal diam, tetapi akan terus memperjuangkan apa yang diinginkan dan diharapkan para guru,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pelantikan ratusan Kepsek tuai protes, YPPK liburkan anak didik

Selanjutnya

Guru ASN di yayasan tak boleh menerima honor

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe