Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Guru ASN di yayasan tak boleh menerima honor
  • Rabu, 09 Januari 2019 — 12:58
  • 342x views

Guru ASN di yayasan tak boleh menerima honor

Bupati Merauke, Frederikus Gebze, mengatakan guru yang berstatus aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdikan diri di yayasan, tak boleh menerima honor dari yayasan karena yang bersangkutan telah menerima gaji setiap bulan dari pemerintah, juga insentif serta tunjangan lain.
Bupati Merauke, Frederikus Gebze, saat pertemuan bersama ketua-ketua yayasan di DPRD – Jubi/Frans L Kobun

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi - Bupati Merauke, Frederikus Gebze, mengatakan guru yang berstatus aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdikan diri di yayasan, tak boleh menerima honor dari yayasan karena yang bersangkutan telah menerima gaji setiap bulan dari pemerintah, juga insentif serta tunjangan lain.

“Kalau guru ASN diberikan honor lagi, tentunya akan menyedot anggaran lagi yang dikeluarkan yayasan. Olehnya, tidak dibenarkan jika mereka menerima,” ujar Bupati Freddy kepada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Khusus berkaitan dengan polemik tentang pelantikan ratusan kepala sekolah beberapa waktu lalu, perlu dijelaskan bahwa ada item yang menyatakan ketika ada kekeliruan akan dilakukan pembetulan di kemudian hari.

“Saya tetap menghormati dan menghargai protes yang disampaikan YPPK, YPK, maupun Yapis. Nantinya akan dilakukan pengkajian kembali hingga batas waktu tanggal 31 Januari 2019,” ungkapnya.

Khusus kepala sekolah yang sudah lama bertugas di satu sekolah dan berhasil baik, dipindahkan ke sekolah lain, itu dengan tujuan agar mengembangkan sekolah lain untuk lebih maju.

Sedangkan Kepsek senior, menurutnya, dipindahkan menjadi pengawas supaya dapat mengawasi kurikulum, mata pelajaran, maupun guru dengan lebih baik.

Kepala Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Merauke, Pastor Agus Wolomase, mengungkapkan pihaknya tak mempersoalkan pelantikan yang dilakukan Bupati Merauke. Hanya saja, aturan dan mekanismenya yang dipersoalkan.

“Bagaimana mungkin suster kepala sekolah yang mengabdikan diri di yayasan dipindahkan. Tentu kami tidak terima, karena dipindahkan secara diam-diam,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tolak pelantikan kepsek, puluhan guru "serbu" DPRD Merauke

Selanjutnya

Masyarakat Kuler dibekali budidaya labu madu

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe