Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Pemkot Jayapura jangan asal terbitkan IMB
  • Rabu, 09 Januari 2019 — 17:55
  • 695x views

Pemkot Jayapura jangan asal terbitkan IMB

"Misalnya dibelakang Hotel 77 Abepura perlu dikeruk karena lebih tinggi dari kompleks Organda dimana awalnya jalur tersebut tempat saluran pembuangan air dari Organda ke kali Acai namun terganjal karena sudah ditimbun oleh warga sekitar," katanya, Rabu (9/1/2019).
Daerah perumahan Organda yang terdampak banjir - Jubi/Ist

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Pemerintah Kota Jayapura diminta tidak memberikan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada wilayah cagar alam dan daerah yang rawan longsor serta kawasan langganan banjir. Hal ini diungkapkan Marina Rumawak, satu diantara warga perumahan Organda.

Selain itu, Ia juga mendesak Pemerintah Kota untuk membatasi pemberian izin mendirikan bangunan di jalur dan saluran pembuangan air atau sungai.

"Misalnya dibelakang Hotel 77 Abepura perlu dikeruk karena lebih tinggi dari kompleks Organda dimana awalnya jalur tersebut tempat saluran pembuangan air dari Organda ke kali Acai namun terganjal karena sudah ditimbun oleh warga sekitar," katanya, Rabu (9/1/2019).

 Ia mengatakan pembuatan talud (turap penahan) dan drainase yang baik di tempat rawan banjir dan longsor sangat diperlukan untuk menghindari bencana.

"Kami juga ingin tidur nyenyak saat hujan seperti orang lain karena selama ini yang rugi kami karena alat elektronik kami rusak, kasur kami hancur dan kursi rusak sehingga ke depan dengan penuh harap tidak terjadi lagi," harapnya. 

Sementara itu Derek F. Marisan salah seorang pemuda di Kota Jayapura mengatakan pemerintah dan dinas kehutanan mempunyai peran penting untuk melindungi hutan lindung cagar alam sebagai tempat resapan air ketika hujan.

"Di daerah resapan air gunung-gunung semua sudah mulai gundul, masyarakat membangun rumah di tempat resapan air, pembuatan kebun di kaki gunung, pembabatan hutan, pengambilan material pasir dan batu di kali menyebabkan debit air berkurang, pas hujan satu kali akan turun semua ke rumah dan merendami perumahan," harapnya. 

Sebelumnya, pernyataan warga ini juga dikuatkan oleh Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo. Ia mengatakan, salah satu penyebab sering terjadinya banjir di ibu kota Provinsi Papua dalam beberapa tahun terakhir, akibat pesatnya pertumbuhan penduduk dan perkembangan pembangunan. 

"Misalnya wilayah yang sebenarnya tidak boleh ada penebangan pohon, sudah ditebang. Daerah aliran sungai dan resapan air yang tidak boleh dijadikan lokasi mendirikan bangunan, akhirnya dibangun perumahan karena pesatnya pertumbuhan penduduk," kata Abisai Rollo, Selasa (8/1/2018) kemarin.  (*)

loading...

Sebelumnya

BTM optimistis jembatan Hamadi selesai Maret

Selanjutnya

Kurangi debit air, warga Organda minta drainase dibenahi

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe