Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Bakutembak di Sinak, Ini kata Bupati Puncak
  • Rabu, 09 Januari 2019 — 18:00
  • 6084x views

Bakutembak di Sinak, Ini kata Bupati Puncak

Bupati Wandik tetap mengajak TNI/Polri untuk menyelesaikan permasalah ini dengan pikiran dingin
Bupati Puncak Wilem Wandik saat diwawancarai wartawan, di Jayapura - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi - Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik menyatakan sangat menyesal atas kembali terjadinya kontak senjata di Kampung Gigobak, Distrik Sinak, Rabu (9/1/2019) pagi.

"Hal ini sering terjadi di Sinak dan saya sudah merasakan itu, kenapa ini harus terjadi lagi. Semoga anggota TNI yang tertembak segera mendapat pengobatan dan pulih kembali," kata Wandik kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, kehadiran aparat keamanan (TNI/Polri) di daerah itu adalah untuk menjaga keamanan masyarakat, pemerintahan, pembangunan dan sebagainya.

Dirinya juga mengaku sangat menyesal atas meninggalnya satu anggota kelompok bersenjata pimpinan Lekagak Telenggen saat kontak senjata. "Sebenarnya anda tidak boleh mati, tetapi karena anda yang memulai akhirnya mati tertembak, saya sangat menyesal jika anda mati tanpa menguntungkan," ujarnya.

"Jika ada masalah kenapa tidak disampaikan lewat surat, kenapa harus dengan kontak senjata. Kalau punya masalah silahkan sampaikan langsung ke pemerintah," sambungnya.

Menurut ia, Sinak merupakan daerah rawan sehingga dirinya selalu mewanti-wanti kepada anggota TNI/Polri yang bertugas, untuk selalu meningkatkan waspada dan siap siaga dalam menjalankan tugas pengamanan.

"Dalam rapat bersama, saya selalu ingatkan hal itu, karena kejadian sering terjadi saat kondisi lengah. Oleh karena itu, perlu ada siap siaga yang ketat," katanya.

Meskipun demikian, Bupati Wandik tetap mengajak TNI/Polri untuk menyelesaikan permasalah ini dengan pikiran dingin. "Menghadapi kelompok bersenjata ini harus secara persuasif, dalam artian membangun komunikasi yang baik, jika mereka meminta makan kita berikan. Intinya, kita harus ke depankan sosial budaya karena itu yang paling penting," ujarnya.

Ia tekankan, wilayah Sinak tidak mungkin bisa aman hanya dalam sekejap. Untuk itu, dirinya mengajak pemerintah pusat dan provinsi untuk meningkatkan infrastruktur (jalan) yang ada, dengan harapan akses di daerah ini bisa terbuka.

"Kalau selama daerah ini aksesnya tidak terbuka kemana-mana, kemungkinan besar daerah ini akan terus jatuh korban, baik dari TNI/Polri, masyarakat maupun kelompok bersenjata," kata Wandik.

Saat ditanya mengenai motif penembakan, dirinya mengaku belum tahu pasti. Apakah karena adanya ketidakpuasan atau memang murni ingin menyerang, apalagi peristiwa terjadi pagi hari.

"Kejadiannya tadi pagi yang mana anggota sementara turun dari bandara usai mengambil logistik, lalu dalam perjalanan di tembak kelompok bersenjata," jelasnya.

Dia menambahkan, kelompok bersenjata di Sinak pimpinan Lekagak Telenggen saat ini berjumlah 300-500 orang dan memiliki persenjataan lengkap. Namun karena selama ini pemerintah melakukan pendekatan persuasif, maka keamanan di Puncak tetap terjaga dengan sangat baik.

"Sejak 2017 sampai dengan 2018 tidak pernah terjadi penembakan, tapi kami sesali ini harus terjadi di awal tahun 2019," ujarnya.

Sementara itu, Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi dalam keterangan tertulisnya, mengatakan kontak tembak ini berawal saat prajurit TNI dalam perjalanan dari posnya menuju Bandara Sinak guna mengambil logistik.

Namun, di dalam perjalanan mereka ditembaki kelompok bersenjata pimpinan Telenggen. Prajurit TNI kemudian melakukan perlawanan dengan membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak.

"Pasukan TNI berhasil memukul mundur  hingga (mereka) melarikan diri masuk hutan," kata Aidi. (*)

loading...

Sebelumnya

Paripurna APBD Papua TA 2019 diundur

Selanjutnya

DPR Papua akan bahas RAPBD TA 2019 untuk 54 OPD

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe