Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Ketua KPA minta Pemprov Papua jamin kesejahteraan staf
  • Rabu, 09 Januari 2019 — 18:50
  • 682x views

Ketua KPA minta Pemprov Papua jamin kesejahteraan staf

Soal bangunan fisik itu nanti, yang paling penting itu, Kita lihat dulu psikis orang yang mau kerja
Ketua KPA memimpin pertemuan perdana (Jubi/Mawel)

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi - Ketua baru Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Papua, Yanuel Matuan mengatakan, program di lembaga yang dipimpinnya itu akan berjalan atau tidak, tergantung pada jaminan kepada para staf di lembaga tersebut.

"Kantor ini harus beres, on, tidak boleh off. Kalau off, banyak orang mati. Kantor lain off itu orang tidak mati, tetapi kantor ini off banyak orang mati,"katanya dia usai memimpin pertemuan perdana pada (7/1/2019) di kantornya, dok II Jayapura, kota Jayapura, Papua.

"Soal bangunan fisik itu nanti, yang paling penting itu, Kita lihat dulu psikis orang yang mau kerja ini,"ungkap pria yang sebelumnya dikenal sebagai anti korupsi ini kepada jurnalis.

Kata dia, seluruh keberadaan pekerja di lingkungan KPA provinsi hingga bawahannya juga perlu lebih dahulu terjamin hidupnya.

"Kita yang mau kerja melayani orang sakit, ini beres dulu. Orang yang mau layani orang sakit belum beres susah. Kita cek dulu,"ungkap dia.

Kata staf KPA, yang tidak bersedia namanya dimediakan, mengungkapkan staf kantor itu tidak menerima jasa kerja lima bulan terakhir.

"Januari ini sudah bulan ke lima,"ungkap staf itu kepada jurnalis Jubi di kantor yang terletak di jalan Kesehatan dok II kota Jayapura itu.

Kata dia, informasi yang belum pasti yang beredar, penggurus lama tidak membayar hak mereka, lantaran tidak ada uang yang dari pemerintah provinsi.

"Uang belum masuk. Dorang tahan,"ungkap dia tanpa menjelaskan alasan secara detail.

Robert Wanggai, anggotab MRP mengatakan pihaknya memang mengetahui keluhan itu sejak beberapa bulan lalu.

"Coba pastikan dulu ke staf KPA. Saya belum bisa pastikan,"ungkap dia dalam pertemuan anggota MRP bersama sejumlah LSM dan pegiat kesehatan setahun lalu.

Dominikus Surabut, ketua Dewan Adat Pauha berharap penggurus KPA yang baru dapat kerja lebih serius dan mengedepankan hati.

"Penggurus harus memastikan semua pekerja aman dan kerja dengan hati. Tidak usah main-main atau kumpul-kumpul mengulang pengalaman sebelumnya,"tegas dia.

Karena, kata dia, kerja lembaga ini berhubungan dengan nyawa manusia dan depopulasi orang asli Papua.(*)


 

 

loading...

Sebelumnya

Pelayan ODHA di Kampung Yoka

Selanjutnya

Pemilik KIA di Kota Jayapura baru kisaran 17 persen

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe