Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Ini penyebab utama Lakalantas di Nabire
  • Rabu, 09 Januari 2019 — 18:57
  • 720x views

Ini penyebab utama Lakalantas di Nabire

Seenaknya berkendara di jalan, tidak pakai helm, mabuk, menerobos lampu merah. Seolah itu jalan raya dia punya sendiri.
Kasat Lantas Polres Nabire, Iptu Suhardi Syahailatua di ruang kerjanya – Jubi/Titus Ruban.

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Warga Nabire yang menjadi korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di tahun 2017 dan 2018 jumlahnya sama. Yakni 45 orang.

 

Sedangkan yang luka berat ada 35 orang dan luka ringan 68 orang , tahun 2017. lalu 52 orang luka berat dan luka ringan 35 orang di tahun 2018.

“Korban meninggal dunia dua tahun ini sama, sedangkan yang luka berat naik di tahun 2018 dan luka ringan di tahun 2017 naik. Sementara untuk kerugian materi tahun 2017 sebesar Rp. 407.300 juta dan 2018 agak turun, sebesar Rp236.500 juta,” begitu urai Kepala Satuan Lalu lintas Polres Nabire. Iptu Suhardi Syahailatua di Nabire, Rabu (9/1/2019).

Seringnya terjadi Lakalantas menurut Suhardi, adalah akibat miras, kurang berhati – hati, kelengkapan kendaraan dan rambu lalu lintas/penerangan jalan. Dan banyaknya kecelakaan terjadi adalah kendaraan roda empat di luar kota, sedangkan di dalam kota didominasi kendaraan roda dua.

“Kalau di dalam kota kebanyakan menerobos lampu merah, sedangkan di luar kota kurang berhati – hati, kurang seperti tidak pakai helm dan lainnya,” jelasnya.

Untuk itu, upaya yang dilakukan di tahun 2019 adalah akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penerangan dan penambahan rambu lalilintas. “Misalkan lampu tidak bagus, rambu rusak atau terlepas kita akan berkoordinasi untuk diperbaiki,” ujarnya.

Imbauan juga dilakukan melalui media massa, serta bekerja sama dengan anak muda, tokoh masyarakat, termasuk sekolah – sekolah.

“Rencananya tahun ini kami akan masuk ke perguruan tinggi yang ada di Nabire untuk terus mendorong tertib berlalu lintas,” katanya.

Dia mengimbau kepada warga Nabire agar terus berhati – hati dalam berlalu lintas dan melengkapi surat – surat kendaraannya.

Ramli, seorang warga Nabire mengatakan banyak orang di wilayah itu seenaknya berkendara di jalan, tidak pakai helm, mabuk, menerobos lampu merah. Seolah itu jalan raya dia punya sendiri.

“Banyak orang seperti itu di jalan akibatnya pasti kecelakaan. Sebenarnya bagi saya di jalan itu bukan siapa yang benar atau salah, tapi seharusnya kita tertib dan saling menghargai, pasti kita selamat di jalan,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Dana desa dioptimalkan, 20 kampung di Distrik Warsa nikmati penerangan

Selanjutnya

Mama-mama pedagang pasar di Nabire tagih janji Pemkab

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe