Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Pasar Pharaa kumuh, harus ditata ulang
  • Kamis, 10 Januari 2019 — 09:07
  • 336x views

Pasar Pharaa kumuh, harus ditata ulang

“Pasar ini kelihatannya seperti sudah sangat kumuh, padahal baru tiga tahun bangunan ini berdiri. Pemerintah melalui dinas terkait kami minta untuk kembali menata tempat-tempat jual sesuai dengan jenis barang yang akan dijual,” ujar Fransina, seorang pedagang sayur mayur di Pasar Pharaa Sentani, saat ditemui Jubi, Rabu (9/1/2019).
Barang natura yang masih dijual secara acak di Pasar Pharaa Sentani - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Sejumlah pedagang sayur mayur dan bahan natura di Pasar Pharaa minta pemerintah daerah melalui instansi teknis segera membagi dan menata kembali tempat jualan di pasar terbesar di Kabupaten Jayapura ini sesuai dengan jenis barang yang dijual.

“Pasar ini kelihatannya seperti sudah sangat kumuh, padahal baru tiga tahun bangunan ini berdiri. Pemerintah melalui dinas terkait kami minta untuk kembali menata tempat-tempat jual sesuai dengan jenis barang yang akan dijual,” ujar Fransina, seorang pedagang sayur mayur di Pasar Pharaa Sentani, saat ditemui Jubi, Rabu (9/1/2019).

Dikatakan, pembagian tempat sesuai jenis barang dagangan akan sangat membantu para pembeli. Tetapi juga, dari sisi pendapatan akan sangat menguntungkan para pedagang.

Fransina menjelaskan semua bahan sayur mayur harus disatukan dalam satu bangunan, demikian juga umbi-umbian, pisang, dan aneka bumbu dapur harus satu tempat.

“Lalu ada juga tempat yang disediakan bagi mereka yang disebut sebagai pedagang musiman atau lokal. Bagian daging, ikan laut basah dan kering, serta ayam di satu bangunan. Sementara barang jadi dan kelontong serta kios semua mengambil tempat di lantai dua,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Rikson, pedagang pinang, juga menghendaki hal yang sama. Menurutnya, bangunan yang baru dibangun ini sangat mampu menampung jumlah pedagang yang datang berjualan di pasar tersebut.

“Dari penataannya saja sudah kelihatan amburadul karena ada penambahan tempat dan los jualan lagi di samping bangunan yang baru. Padahal ruang terbuka di samping ini mau dijadikan ruang terbuka hijau menurut pemerintah waktu ada pertemuan di kantor bupati di Gunung Merah,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Harga ikan ekor kuning di Pasar Pharaa tembus Rp 500 ribu

Selanjutnya

Bupati Jayapura: Tidak boleh ada penambahan bangunan baru di Pasar Pharaa 

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe