Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Hujan terus menerus, di kebun pun sayur langka
  • Kamis, 10 Januari 2019 — 09:23
  • 384x views

Hujan terus menerus, di kebun pun sayur langka

"Setelah hujan ini, kami panen sedikit saja karena ada daun yang membusuk dan juga hasilnya kecil-kecil, jadi panen juga sedikit saja," kata Slamet, kepada Jubi di Sentani, Rabu (9/1/2019).
Slamet bersama ibunya saat panen sayur sawi - Jubi/Yance Wenda

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Hujan yang turun terus menerus pada akhir pekan lalu berdampak menipisnya persediaan beberapa jenis sayur mayur di kebun. Akibatnya, di pasar pun susah ditemui sayur mayur. Kalaupun ada, harganya jauh lebih mahal dibanding harga pada hari-hari biasa dimana stok sayur melimpah.

Slamet (24 tahun), petani sayur asal Jawa Tengah, mengatakan sebelum musim hujan hasil panen cukup melimpah. Namun sejak hujan mulai sering datang, hasil panen sayur menjadi kurang bagus.

"Waktu sebelum hujan turun terus menerus, hasilnya bagus, besar-besar, ya lumayanlah. Tapi setelah hujan ini hasil kebun hanya sekitar 30 persen dari biasanya, rugi sudah," ucapnya.

Slamet menuturkan dalam hari normal, dalam sehari dirinya bisa panen 100 hingga 200 ikat sayur sawi.

"Setelah hujan ini, kami panen sedikit saja karena ada daun yang membusuk dan juga hasilnya kecil-kecil, jadi panen juga sedikit saja," kata Slamet, kepada Jubi di Sentani, Rabu (9/1/2019).

Satu ikat sayur sawi yang ia penen, kata Slamet, dijual kepada pedagang seharga Rp 5 ribu.

"Waktu normal itu saya dalam sehari bisa dapat Rp 400 ribu paling tinggi dan paling rendah Rp 250 ribu," katanya.

Selain menanam sawit, Slamet juga menanam sayur kangkung cabut.

Ima, seorang penjual sayur dan bumbu di Pasar Doyo Baru, mengatakan sudah beberapa hari ini sayur sangat susah dicari.

"Hujan ini bikin sayur semua mahal, harga naik. Saya biasa jual kangkung cabut Rp 5 ribu tapi sekarang saya jual Rp 8 ribu untuk satu ikat," katanya.

Ia mengatakan sudah lama sayur tidak berada di atas meja jualannya karena sayur susah dicari.

"Saya ada langganan yang biasa bawa dari Komba, jadi saya beli sama petani langsung tapi harganya tetap begitu," jelas Ima. (*)

loading...

Sebelumnya

Telkomsel: BTS di Distrik Benuki Kabupaten Mambra, bukan milik kami

Selanjutnya

Tak ada aktivitas jual beli di Pasar Doyo Baru

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe