Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pendamping Desa banting setir jadi pengemudi ojek online
  • Kamis, 10 Januari 2019 — 14:10
  • 2272x views

Pendamping Desa banting setir jadi pengemudi ojek online

"Itu baru bonus. Kalau kita dapat lima poin maka kita sudah bisa mendapatkan Rp75 ribu. Rata-rata penghasil satu bulan bisa mencapai Rp4 juta. Saya saat ini saja sudah mencapainya. Itu belum termasuk bonus. Jadi kalau ditotal kita bisa dapat Rp5 juta lebih per bulan," katanya.
Leo Himam saat menunjukan aplikasi Go-Jek di telpon genggamnya - Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Leo Himam (29) pria asal Kabupaten Yalimo akhirnya memilih menjadi pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung dalam perusahaan transportasi berbasis aplikasi, Go-Jek di Jayapura, Papua.

Leo Himam mengaku beralih menjadi pengemudi ojol karena adanya kepastian penghasilan yang bisa dia atur sendiri.

"Saya dulunya bekerja sebagai pendamping desa di Kabupaten Mappi, namun saya memilih keluar dari pekerjaan tersebut dan merantau ke Jayapura," kata Himam kepada Jubi, Kamis (10/1/209).

Mantan tukang ojek pangkalan ini bercerita, ketertarikannya pada Go-Jek berawal dari Jakarta beberapa tahun silam. Mengetahui Go-Jek masuk ke Jayapura, tanpa pikir panjang ia langsung melamar menjadi mitra pengemudi.

"Saya senang karena Go-Jek akhirnya bisa masuk di Jayapura. Mendengar Go-Jek masuk di Jayapura, saya langsung melamar untuk menjadi Ojol. Saya masuk jadi Ojol pada 21 Desember 2018 hingga sekarang," ujarnya.

Terkait penghasilan, kata Himam, semenjak dirinya terdaftar sebagai Ojol di Go-Jek hingga saat ini pendapatan dari bonus sudah  mencapai Rp1,7 juta. Angka tersebut belum termasuk upah dari jasa ojek. Menurutnya, penghasilan sebagai pengemudi ojol bisa menjanjikan manakala dilakukan dengan ikhlas dan rajin.

"Itu baru bonus. Kalau kita dapat lima poin maka kita sudah bisa mendapatkan Rp75 ribu. Rata-rata penghasil satu bulan bisa mencapai Rp4 juta. Saya saat ini saja sudah mencapainya. Itu belum termasuk bonus. Jadi kalau ditotal kita bisa dapat Rp5 juta lebih per bulan," katanya.

VP Go-Jek Regional Indonesia bagian timur, Anandita Danaatmadja mengatakan, perekrutan mitra Go-Jek di Jayapura memprioritaskan warga lokal untuk bergabung.

"Jadi Go-Jek ini layanan banyak yaitu pengantaran penumpang (Go-Ride), pengantaran makanan (Go-Food), pengantaran barang (Go-Send), dan pelayanan non tunai (Go-Pay)," kata Anandita pada acara peluncuran Go-Jek di halaman apel kantor Wali Kota Jayapura.

Semua yang disediakan Go-Jek menurut Anandita dilengkapi dengan fasilitas jaminan keamanan mitra pengemudi dan penumpang. Jaminan itu berupa pemanfaatan teknologi aplikasi Noken yang merupakan kolaborasi antara Go-Jek dengan Polres Jayapura Kota. (*)

loading...

Sebelumnya

Tak ada aktivitas jual beli di Pasar Doyo Baru

Selanjutnya

Masalah kios Pasar Kalibobo Nabire

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe