Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Amerika dan Israel prihatin dengan perusahaan telekomunikasi China
  • Kamis, 10 Januari 2019 — 14:26
  • 899x views

Amerika dan Israel prihatin dengan perusahaan telekomunikasi China

Keprihatinan itu akan disampaikan saat pertemuan akhir pekan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Ilustrasi, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Washington, Jubi - Penasehat keamanan presiden Amerika Serikat (AS), John Bolton akan menyampaikan kekhawatiran negaranya mengenai perlengkapan telekomunikasi China di sektor-sektor yang sangat sensitive. Keprihatinan itu akan disampaikan saat pertemuan akhir pekan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Kita semua khawatir mengenai pencurian kekayaan intelektual dan perusahaan telekomunikasi China yang digunakan oleh China untuk tujuan pengumpulan informasi intelijen," kata seorang pejabat senior saat memaparkan pembahasan pembicaraan itu.

Pemerintah Presiden AS Donald Trump melakukan sejumlah langkah yang ditujukan untuk membatasi penetrasi pasar oleh Huawei Technologies Cos Ltd dan ZTE Corp, dua produsen besar perlengkapan telekomunikasi China.

Meskipun kedua perusahaan itu membantah produk-produk mereka digunakan untuk tujuan mata-mata.

“Pemerintah tidak ingin ada hambatan terkait pembagian informasi sensitif dengan Israel,”  kata pejabat senior itu kepada para jurnalis.

Ia merujuk kepada kekhawatiran mengenai teknologi dan investasi China di pelabuhan Haifa.

"Kami secara khusus memasukkannya dalam agenda," sambungnya.

Pemerintahanan Netanyahu, yang frustasi terhadap perselisihan buruh yang mengganggu kegiatan perdagangan, memberi perusahaan China Shanghai International Port Group lampu hijau untuk mengelola pelabuhan swasta di Haifa --pangkalan utama Armada ke-6 AS.

Kesepatakan perizinan itu diduga membuat AS kecewa dan membuatnya memindahkan salah satu kapal perangnya ke pelabuhan kelas dua Israel di Mediterania Ashdod, kunjungan pertama kapal perang mereka dalam hampir 20 tahun.

Pada Desember 2016, Huawei mengakuisisi perusahaan Israel Hexa Tier, yang memiliki tekonologi pengamanan data cloud, senilai 42 juta dolar AS sekitar Rp 647,5 miliar. Akuisisi itu dilakukan setelah kunjungan CEO rakasasa teknologi China tersebut ke Israel.

Pada bulan yang sama, Huawei juga mengakuisisi perusahaan riset teknologi informasi Toga Networks dengan nilai yang tidak diumumkan.

Media Israel, ZTE telah menunjukkan ketertarikan terhadap sektor teknologi Israel sejak mengirim satu delegasi senior ke negara itu pada 2013. Sedangkan harian Haaretz pada 2016 melaporkan Israel memiliki kebijakan yang tidak diumumkan untuk tidak menggunakan teknologi Huawei dan ZTE, karena kekhawatiran mengenai pelanggaran keamanan. (*)

loading...

Sebelumnya

Presiden Kuba rombak sejumlah jabatan kementerian ini

Selanjutnya

Jalan baru politik keberhasilan Rashida dan Ilhan sebagai anggota kongres

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe