Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Masalah kios Pasar Kalibobo Nabire
  • Jumat, 11 Januari 2019 — 08:18
  • 480x views

Masalah kios Pasar Kalibobo Nabire

Meski sudah diresmikan, kios bangunan baru di Pasar Kalibobo, Nabire tidak kunjung difungsikan pedagang. Mereka mengeluhkan fasilitas penunjang yang belum ada.
Deretan kios yang masih tutup di Pasar Kalibobo, Nabire, Provinsi Papua – Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

SEBUAH pasar harus gampang diakses masyarakat agar bisa ramai pengunjung atau pembeli. Tujuan sebuah pasar didirikan agar masyarakat mudah berbelanja sehingga pedagang yang berkumpul bisa banyak pembeli dan mereka mendapatkan keuntungan yang berlimpah.

Dengan ramainya pasar dan bergairahnya transaksi ujungnya berdampak kepada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah daerah. Dampak yang tidak tercatat adalah bergairahnya perekonomian masyarakat.

Akses menuju pasar yang pertama adalah transportasi yang lancar. Tidak hanya kendaraan pribadi, tetapi juga angkutan kota. Bahkan pasar-pasar yang ramai sengaja dibuat berdekatan dengan terminal angkot atau bus antarkota agar penjual dan pembeli gampang membawa barang dengan biaya yang ekonomis.

Selain akses yang mudah, kebersihan pasar juga menjadi faktor ramainya pasar. Pedagang tidak mengeluh berada di pasar dan pedagang juga nyaman berbelanja.

Nah, hal semacam inilah yang tidak ditemukan di kios baru Pasar Kalibobo, Nabire, Provinsi Papua. Kios ini memang pengganti kios lama yang ludes terbakar.

Ada 75 kios yang dibangun Kementerian Perdagangan dengan biaya Rp 9 miliar dengan anggaran tahun 2016. Bangunan pasar yang baru tersebut sudah diresmikan Bupati Nabire tahun lalu.

Hanya saja, sebanyak 40 kios tidak berfungsi. Meski sudah ada pedagang yang memiliki setiap kios, namun kios-kios tersebut masih tertutup rapat. Sampah juga berserakan di lokasi. Penyebab utama adalah tidak adanya akses jalan menuju bangunan pasar tersebut.

Laode, pedagang di Pasar Kalibobo, mengatakan sebagian bangunan kios tidak digunakan pedagang pasca diresmikannya tahun lalu. Itu karena bangunan tersebut berada di bagian belakang bangunan lainnya dan menghadap ke sungai atau kali Nabire sehingga tidak ada akses jalan.

“Ya, ada banyak kios yang tidak dipakai karena tidak ada jalan, belum lagi ada sampah yang berserakan di sana,” ujar Laode kepada Jubi, Selasa, 8 Januari 2018.

Menurutnya, setengah dari bangunan yang tidak difungsikan pedagang tersebut terletak di bagian belakang. Sebagian bangunan menghadap ke pasar dan sisanya menghadap ke sungai.

“Itu semua sudah ada pemiliknya, tapi karena tidak ada akses jalan orang malas berjualan sebab tidak ada pembeli,” katanya.

Menurutnya, soal bangunan tidak ada masalah, hanya terkait dengan akses menuju ke sana saja yang dipersoalkan. Jika ada jalan, tentunya ada pembeli.

“Saya juga di belakang, tapi karena kondisi seperti itu maka saya pindah ke depan, kebetulan yang di depan tersebut punya keluarga dan dipinjamkan kepada saya,” ujarnya.

Senada dengan Laode, pedagang lainnya, Syamsuddin, mengaku telah mendaftar dan memiliki satu kios yang juga terletak di belakang. Karena tidak ada jalan ke sana ia memilih untuk tidak membuka kiosnya.

“Saya juga ada satu kios di sana, tapi mau bagaimana lagi. Sudah tidak ada jalan, sampah juga ada di sana, terpaksa cari jalan dan jual di depan sini untuk sementara,” katanya.

Amri, pedagang lainnya, mengaku sulit membayangkan musibah yang menimpanya ketika kiosnya terbakar dua tahun silam. Saat itu terjadi korsleting listrik dan sekejap puluhan kios ludes dimakan api.

“Semua barang habis terbakar saat itu. Saya dan pedagang lainnya harus mengulang (berdagang) dari nol, kemudian mencari tempat sementara untuk berjualan,” ujarnya.

Padahal sebelum kebakaran, lanjut Amri, pemasukannya sudah lumayan bagus.

“Meski mengumpulkan uang seribu kata orang, tetapi saya merasakan waktu itu cukup, saya bersyukur bisa mengumpulkan Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu sehari, sekarang sudah ada bangunan baru tapi saya selalu bersyukur. Saat ini, sudah ada bangunan baru, semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini, semoga tidak ada lagi kejadian seperti itu,” katanya.

Ia mengaku sejak pindah ke kios sementara pemasukannya tidak banyak.

“Kami bertahan karena ada upaya dari pemda untuk membangun kembali kios,” katanya.

Pasar Kalibobo dikelola Badan Pangelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Nabire. Kepala BPPRD Nabire, Ganis Komarianto, mengakui bahwa sebagian bangunan kios belum digunakan karena tidak ada pembeli. Penyebabnya memang tidak adanya akses jalan di halamam pasar tersebut.

“Benar, mereka tidak jualan sebab tidak ada pembeli mengingat tidak ada jalan di situ,” ujarnya.

Dijelaskan Ganis, BPPRD hanya bertugas menangani pajak dan retribusi yang berkaitan dengan bangunan kios, lapak, dan pedagangnya.

Ia menjelaskan ada beberapa instansi yang terkait dengan penanganan pasar tersebut. Selain BPPRD yang mengelola pasar, juga Dinas Perhubungan yang menangani terminal, Dinas Pekerjaan Umum yang menangani jalan, Dinas Perdagangan yang menangano bangunan pasar, dan Dinas Lingkungan Hidup yang bertugas mengelola kebersihan.

Seorang pembeli di Pasar Kalibobo yang ditemui Jubi mengatakan kondisi pasar sangat mempengaruhi pembeli. Kondisi tersebut terkait dengan penataan dan kebersihan yang seharus jelas dan terarah.

“Hal itu belum ditemui di Pasar Kalibobo, belum lagi saya lihat ada bangunan yang tidak difungsikan, kan kasihan dan merugikan karena kalau jalan tentu ada PAD-nya,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pendamping Desa banting setir jadi pengemudi ojek online

Selanjutnya

Harga tiket melambung tinggi, Ardindo desak pemerintah batasi tarif atas

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe