Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pemerintah PNG siap hadapi mosi tidak percaya
  • Jumat, 11 Januari 2019 — 10:02
  • 519x views

Pemerintah PNG siap hadapi mosi tidak percaya

“Kami sepenuhnya stabil, sejauh yang saya tahu, Perdana Menteri mendapat dukungan penuh kami,” kata Abel.
Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O Neill. - Post Courier
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi - Partai Peoples National Congress (PNC), di bawah pimpinan Perdana Menteri Peter O'Neill, masih solid dan tidak terganggu oleh kabar mengenai pengajuan mosi tidak percaya, menurut Wakil Perdana Menteri dan Bendahara, Charles Abel, Selasa kemarin (8/1/2019).

Abel, yang bertindak sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Perdana Menteri PNG, berkomentar dalam wawancara dengan surat kabar Post-Courier bahwa rakyat PNG, telah memberikan mandat kepada Partai PNC setelah pemilu nasional 2017, untuk menjalankan negara itu.

Ia juga menyatakan dukungannya yang teguh kepada PM O'Neill, saat menanggapi pertanyaan mengenai rencana pengajuan mosi tidak percaya oleh blok oposisi, yang beredar melalui media-media sosial.

“Kami sepenuhnya stabil, sejauh yang saya tahu, Perdana Menteri mendapat dukungan penuh kami,” kata Abel.

“Partai PNC diberikan mandat oleh rakyat, dan menurut saya, setiap pemerintah yang masuk kantor setelah pemilu, harus terus diberikan kesempatan untuk memimpin. Saya rasa mengubah pemerintah atau Perdana Menteri dan mengganggu mandat rakyat itu tidak kondusif untuk tata pemerintahan yang baik.”

Ia menambahkan, rakyat memiliki satu kesempatan, pada saat pemilu, untuk mengganti pemerintah. Jika ada situasi dimana Perdana Menteri sudah tidak mampu atau tidak stabil secara mental untuk memerintah, atau ada juga beberapa ketentuan lainnya untuk penggantian PM, tetapi jika tidak, maka Partai PNC masih memiliki mandat dari rakyat

“Namun ini bukan berarti semuanya harus sempurna, tetapi sudah jelas sebagian besar rakyat percaya pada kebijakan kami, termasuk pendidikan gratis dan pembangunan infrastruktur dan distrik-distrik, dan memilih agar kita kembali memerintah.”

“Mosi tidak percaya juga merupakan bagian dari konstitusi, jadi itu bukanlah sesuatu yang bisa kita abaikan, kita harus menghadapi masalah itu. Namun sejauh yang saya tahu, PM mendapat dukungan penuh saya dan Partai PNC kami, kami tidak terlalu terganggu oleh mosi tidak percaya, itu adalah bagian dari politik dan kita hanya harus menghadapinya.”

Parlemen PNG akan dimulai kembali akhir bulan ini, sementara masa tenggang sepanjang 18 bulan untuk Perdana Menteri akan berakhir pada 5 Februari mendatang. (Post Courier)

loading...

Sebelumnya

Presiden ADB kunjungi Samoa didemo terkait UU kepemilikan tanah

Selanjutnya

Empat tentara Tonga digugat setelah serang warga sipil

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe