Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Empat tentara Tonga digugat setelah serang warga sipil
  • Jumat, 11 Januari 2019 — 10:08
  • 509x views

Empat tentara Tonga digugat setelah serang warga sipil

Satu foto menunjukkan salah satu prajurit tampaknya menginjak kepala pria itu dengan sepatu botnya.
Suatu investigasi diluncurkan, setelah foto-foto yang menunjukkan sejumlah anggota HMAF menyerang seorang laki-laki beredar di media sosial. - Kaniva Tonga News/Facebook
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nuku'alofa, Jubi - Empat prajurit dari Angkatan Bersenjata Tonga (HMAF) digugat secara hukum, setelah tertangkap kamera menyerang seorang pria, yang diketahui warga setempat, di suatu jalan di daerah Vainī.

Keempatnya didakwa dengan tuduhan kekerasan terhadap warga sipil, menurut laporan pihak kepolisian. Mereka diperkirakan akan hadir di hadapan pengadilan bulan ini, namun tanggal yang pasti belum dapat dikonfirmasikan.

Seperti yang dilaporkan Kaniva News pada November lalu, investigasi diluncurkan setelah foto-foto menunjukkan, sejumlah anggota HMAF menyerang seorang laki-laki yang terbaring di tanah dan terlihat mengalami luka-luka, beredar di media sosial. Satu foto menunjukkan salah satu prajurit tampaknya menginjak kepala pria itu dengan sepatu botnya.

Banyak komentator di media sosial Facebook mengecam serangan itu, menegaskan bahwa para tentara seharusnya sudah terlatih untuk memiliki kesabaran yang lebih baik, dalam situasi seperti itu.

Pada saat itu HMAF menyatakan bahwa mereka menyesal akibat tuduhan dan bukti foto-foto terhadap HMAF, terkait perilaku kekerasan dan serangan kepada anggota masyarakat saat insiden 4 November 2018.

“Sementara HMAF melakukan penyelidikan atas insiden yang dilaporkan, HMAF tidak mentolerir segala bentuk kekerasan fisik oleh anggota HMAF terhadap anggota masyarakat.”

“Dengan ini HMAF menyatakan dukungan penuh kami akan supremasi hukum, dan jika ada dugaan apa pun terhadap anggota HMAF dari masyarakat, akan ditangani di pengadilan sipil.” (Kaniva Tonga News)

loading...

Sebelumnya

Pemerintah PNG siap hadapi mosi tidak percaya

Selanjutnya

Masyarakat lokal kecam proyek bendungan di Samoa

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe