Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Pengguna kios Pasar Oyehe Nabire akan ditertibkan
  • Jumat, 11 Januari 2019 — 10:55
  • 405x views

Pengguna kios Pasar Oyehe Nabire akan ditertibkan

Diklaim telah disalahgunakan.
Beberapa bangunan kios di Pasar Oyehe Nabire – Jubi/Titus Ruban.
Titus Ruban
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Nabire berencana akan menertibkan kios di Pasar Oyene Nabire. Bangunan kios tersebut adalah milik Pemkab Nabire yang disewakan kepada pedagang. Diklaim telah disalahgunakan.

“Kita sudah tetapkan bulan depan akan tertibkan pedagang di pasar Oyehe,” ujar Fatmawati, Sekretaris BPPRD Mabire kepada Jubi. Kamis (10/1/2019).

Dikatakannya, penyalahgunaan tersebut ditemui saat mendata ulang jumlah penyewa bangunan kios pada minggu kedua Desember 2018 lalu. Ditemukan pelanggaran, dimana pedagang menyewakan kios itu lagi kepada orang lain.

“Kita temukan Desember kemarin, ada sewa menyewa, padahal sesuai aturan tidak diperbolehkan sebab bangunan itu adalah milik Pemkab,” katanya.

Untuk itu menurut Fatmawati, pihaknya akan menindak dengan mencabut hak sewa orang pertama, dan memberikannya kepada orang kedua yang saat ini menyewa dari pihak pertama. Dan dengan mempertimbangkannya lagi, jika yang menyewakan dan pengguna memiliki usaha di tempat lain, maka akan mengalihkan, menyegel dan melelang kios tersebut.

“Dan sanksi hukumnya dia tidak akan bisa dan diberikan tempat untuk jualan, bangunannya disegel dan kosongkan, dan bulan depan kita turun segel,” jelasnya.

Adapun jumlah bangunan perkiosan milik Pemkab ada 98 unit. Disewakan kepada pedagang dengan variari harga sesuai ukuran. Berkisar antara Rp. 300 - 600 ribu per bangunan setiap bulannya.

“Jadi banyangkan kalau pemilik lama sewakan kepada orang lain, misalkan seharga Rp. 20.000 jt perbulannya, sementara dia hanya membayar kepada BPPRD sebesar Rp600 ribu dikalikan 12 bulan maka setoran pajaknya hanya Rp7.200.000, sisanya keuntungan dia. Sekali lagi ini tidak boleh sebab merupakan aset Pemkab,” ujarnya.

Terpisah, seorang pedagang Rinto (bukan nama sebenarnya) membenarkan praktik sewa menyewa sebagaimana yang disebutkan di atas.

“Ada sebenarnya yang begitu, hanya saya tidak enak dan itu urusan mereka,” katanya. (*)

 

 


 

loading...

Sebelumnya

Mama-mama pedagang pasar di Nabire tagih janji Pemkab

Selanjutnya

SAR Nabire masih cari warga tenggelam

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe