Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Usai pemeriksaan, Kadis Kehutanan Papua langsung ditahan
  • Jumat, 11 Januari 2019 — 20:27
  • 964x views

Usai pemeriksaan, Kadis Kehutanan Papua langsung ditahan

"Penyidik telah memberikan surat pemberitahuan penangkapan dan penahanan kepada pihak keluarga. Sebelumnya, Kamis (10/1/2019), yang bersangkutan memenuhi panggilan penyidik dan menjalani pemeriksaan pertama oleh Penyidik Dit Reskrimsus Polda Papua," kata Kombes Pol. A.M. Kamal. 
JJO (tengah) didampingi kuasa hukumnya saat diperiksa penyidik Dit Reskrimsus Polda Papua - Dok. Humas Polda Papua
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Provinsi Papua berinisial JJO ditahan penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Papua di rumah tahanan (rutan) Polda setempat, usai menjalani pemeriksaan lanjutan, Jumat (11/1/2019) petang. 

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M. Kamal via pesan singkatnya kepada Jubi, Jumat (11/1/2019) malam, mengatakan JJO resmi ditahan selama 20 hari ke depan, setelah menandatangani surat berita acara pemeriksaan, surat perintah penangkapan, berita acara penangkapan, surat perintah penahanan, dan berita acara penahanan. 

"Penyidik telah memberikan surat pemberitahuan penangkapan dan penahanan kepada pihak keluarga. Sebelumnya, Kamis (10/1/2019), yang bersangkutan memenuhi panggilan penyidik dan menjalani pemeriksaan pertama oleh Penyidik Dit Reskrimsus Polda Papua," kata Kombes Pol. A.M. Kamal. 

Menurutnya, penyidik Polda Papua memeriksa JJO setelah ia ditetapkan sebagai tersangka, 4 Januari 2019, dalam kasus dugaan pemerasan. Dari tangan JJO didapati uang senilai Rp500 juta. Uang tersebut diduga bagian dari nominal senilai Rp2,5 miliar yang diminta oknum berinisial FT untuk penyelesaian kasus pembalakan liar yang ditangani PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Dinas Kehutanan Provinsi Papua. 

FT tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), 7 November 2018. Dari tangan yang bersangukatan diamankan barang bukti uang senilai Rp 500 juta. JJO disangkakan dugaan tindak pidana penyertaan dalam tindak pidana pemerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368 jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. Ancaman hukumannya paling lama sembilan tahun penjara. 

"Untuk dugaan tindak pidana korupsi akan dilakukan pemeriksaan terpisah. Penahanan FT sendiri sudah ditangguhkan penyidik Dit Reskrimsus Polda Papua, 11 Januari 2019, dan berkas perkara telah dilimpahkan ke Bareskrim Polri untuk proses hukum selanjutnya," ujarnya. 

Sementara kuasa hukum JJO, Anton Raharusun mengatakan, jika menyimpulkan hasil dua kali pemeriksaan terhadap kliennya, tak ada indikasi kuat jika JJO terlibat pemerasan. 

"Kami akan melakukan permohonan penangguhan penahanan terhadap klien kami," kata Anton Raharusun. (*) 

loading...

Sebelumnya

DPR Papua harus evaluasi kinerja

Selanjutnya

Pendeta Nataniel Tabuni tak pernah buat pernyataan tentang Pendeta Gemin Nirigi

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe