Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. IRT gantung diri, Pengamat: Mungkin ada masalah serius dengan suaminya
  • Sabtu, 12 Januari 2019 — 05:21
  • 1190x views

IRT gantung diri, Pengamat: Mungkin ada masalah serius dengan suaminya

“Saya melihat, tak segampang itu seorang perempuan mengambil keputusan menggantung diri, apalagi sudah memilii seorang anak. Itu karena bisa saja sering terjadi cekcok bersama suaminya yang tak dapat dibendung dan tak ada jalan keluar penyelesaian,” ungkap Anna kepada Jubi, Jumat (11/1/2019).
Korban Ana Palma Rahaten yang gantung diri di kamar mandi – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi – Seorang pengamat perempuan di Kabupaten Merauke, Anna Simerony Alberty Mahuze, mengungkapkan,kasus gantung diri Ana Palma Rahaten (24), warga Kelurahan Seringgu Jaya, bisa saja karena terdapat persoalan serius dengan suaminya yang tak dapat diselesaikan.

“Saya melihat, tak segampang itu seorang perempuan mengambil keputusan menggantung diri, apalagi sudah memilii seorang anak. Itu karena bisa saja sering terjadi cekcok bersama suaminya yang tak dapat dibendung dan tak ada jalan keluar penyelesaian,” ungkap Anna kepada Jubi, Jumat (11/1/2019).

Lalu, jelas Anna, percekcokan bersama suaminya, bisa saja berlangsung terus menerus. Tak mungkin seorang ibu dengan serta merta mengambil keputusan gantung diri. Pasti ada sesuatu yang sangat serius dan tak kunjung ada solusinya.

Dijelaskan, ibu rumah tangga (IRT) yang mengambil keputusan bunuh diri bisa dikategorikan sebagai tipe orang yang cendrung diam dan menyimpan persoalan. Namun ada juga ketika menghadapi permasalahan, berceritera kepada orang terdekat, keluarga atau siapa saja yang bisa membantunya, sehingga ada jalan keluar penyelesaian.

Ditanya apakah mungkin faktor ekonomi keluarga, Anna mengaku, tidak mungkin. Karena ketika seseorang lapar, tentunya masih ada jalan untuk mencari dengan meminta bantuan orang lain.

“Saya menduga kuat, langkah dari Ana Palma Rahaten dengan menggantung diri, lantaran ada masalah dengan suaminya. Tak mungkin dengan keluarganya,” kata dia.

“Ya, karena terus menyimpan persoalan sendiri dan tak membagi kepada orang lain untuk bisa diselesaikan, akhirnya ia mengambil jalan pintas seperti demikian,” ungkapnya.

Ditambahkan, jika kepolisian melakukan pengembangan penyelidikan lebih lanjut, tentu akan jauh lebih baik, sehingga dapat diketahui sesungguhnya persoalan yang terjadi hingga mengakibatkan Ana meninggal dunia.

Diharapkan ke depan kasus seperti begini tak terulang lagi. Namun perlunya lembaga yang profesional untuk menampung berbagai keluhan dari setiap kaum perempuan, sekaligus diberikan solusi penyelesaian.

Sebelumnya, Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung, mengatakan korban Ana meninggal dengan menggantung diri di kamar mandi menggunakan seutas kabel.

“Anggota saya masih melakukan pengembangkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Mendorong OAP manfaatkan peralatan teknologi tepat guna

Selanjutnya

Kepsek SD Mopah Baru: Ada kepsek dilantik, pangkat tak penuhi syarat

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe