Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Kepsek SD Mopah Baru: Ada kepsek dilantik, pangkat tak penuhi syarat
  • Sabtu, 12 Januari 2019 — 05:26
  • 938x views

Kepsek SD Mopah Baru: Ada kepsek dilantik, pangkat tak penuhi syarat

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SD Mopah Baru, Theresia Onton, mengungkapkan ada kepala sekolah (kepsek) yang dilantik tanggal 28 Desember 2018 lalu, belum memenuhi persyaratan dari sisi kepangkatan serta belum mengantongi sertifikasi.
Para guru saat melakukan demonstrasi di Kantor DPRD Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SD Mopah Baru, Theresia Onton, mengungkapkan ada kepala sekolah (kepsek) yang dilantik tanggal 28 Desember 2018 lalu, belum memenuhi persyaratan dari sisi kepangkatan serta belum mengantongi sertifikasi.

“Kami juga tidak habis pikir karena ada sejumlah kepala sekolah senior dan telah mengabdikan diri membawa sekolahnya dengan baik, justru dipindahkan dan diberhentikan,” kata Theresia kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Mestinya, lanjut dia, kepsek yang sudah baik itu harus tetap dipertahankan sehingga bisa terus membawa nama sekolahnya di waktu mendatang lebih baik lagi.

“Kok harus diganti dengan guru baru yang belum memiliki kemampuan memadai,” ujarnya.

Dia juga mengaku selama ini dirinya sebagai Plt Kepsek SD Mopah Baru, namun diganti orang lain. Bahkan dipindahkan kembali ke Salor yang sangat jauh.

“Saya sudah tua dan tersisa 5-6 tahun akan pensiun. Kenapa harus ditempatkan di daerah jauh lagi,” tanya dia.

Theresia juga menyoroti pelantikan ratusan kepala sekolah yang dilangsungkan saat masih liburan.

“Kok bisa seperti begitu, padahal banyak guru masih libur. Ini juga sempat dipersoalkan,” katanya.

Ketua Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Merauke, Pastor Agus Wolomase, mengatakan pihaknya mengambil keputusan dengan meliburkan anak-anak dari jenjang TK sampai SMA dibawah yayasan, karena adanya mutasi kepala sekolah yang tak sesuai.

“Itu keputusan kami ambil bersama dengan Bapak Uskup Agung Merauke, Mgr. Nicolaus Adi Seputra, MSC. Bagaimana mungkin, suster yang notabene adalah kepala sekolah yayasan, dimutasikan dan diganti orang lain. Jelas menimbulkan ketidakpuasan,” tegasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

IRT gantung diri, Pengamat: Mungkin ada masalah serius dengan suaminya

Selanjutnya

Keuskupan Merauke: Anak tujuh tahun sudah hirup aibon

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe