Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Sempat mogok, buruh bongkar terminal barang Aceh kembali bekerja
  • Sabtu, 12 Januari 2019 — 12:49
  • 797x views

Sempat mogok, buruh bongkar terminal barang Aceh kembali bekerja

Mereka sebelumnya mogok sejak Rabu hingga Kamis (9-10 Januari) menuntut kenaikan upah dari 10 persen menjadi 20 persen.
Ilustrasi pekerja China, pixabay.com
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Banda Aceh, Jubi - Ratusan buruh bongkar muat barang di Terminal Mobil Barang, Gampong Santan, Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar kembali bekerja pasca-mogok menuntut kenaikan upah. Mereka sebelumnya mogok sejak Rabu hingga Kamis (9-10 Januari) menuntut kenaikan upah dari 10 persen menjadi 20 persen.

"Sejak kemarin (Jumat, 11/1) kami sudah mulai bekerja membongkar barang," kata seorang buruh, Razali di Terminal Mobil Barang, Gampong Santan, Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Sabtu, (12/1/2019).

Menurut Razali, sejak tahun 2000 hingga sekarang upah bongkar barang itu 10 persen dari harga barang yang dibongkar. Buruh bongkar muat barang lainnya, Yusuf mengaku, upah bongkar barang 10 persen tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan berharap pengusaha menaikkan jasa mereka.

"Kami menuntut kenaikan upah buruh karena upah 10 persen itu tidak cukup untuk kebutuhan rumah tangga. Ya, kami meminta pengusaha menaikkan upah 15 sampai 20 persen," kata Yusuf berharap.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh, Muzakkir Tuloet, mengaku telah memfasilitasi pertemuan antara buruh dan pengusaha pengiriman barang.

"Kami sudah duduk bersama kemari, dan para pihak sudah setuju upah buruh dinaikkan dari 10 persen menjadi 13 persen," ujar Muzakir.

Dia berharap buruh bongkar tidak lagi melakukan mogok kerja. Menurut dia, mogok kerja akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

"Kami sudah minta kepada mereka untuk kembali bekerja. Jika buruh mogok harga barang bisa meningkat," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Polda Jabar maksimalkan patroli siber

Selanjutnya

Tumpahan BBM di laut Cempae dinilai pelanggaran berat

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe