TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pendeta Nataniel Tabuni minta Kapendam Cenderawasih klarifikasi pernyataannya
  • Selasa, 15 Januari 2019 — 09:46
  • 3688x views

Pendeta Nataniel Tabuni minta Kapendam Cenderawasih klarifikasi pernyataannya

“Saya ini gembala, kalau ternyata itu tidak benar, saya juga berdosa. Jangan pakai nama saya untuk berbohong,” kata Pendeta Nataniel lagi.
Pendeta Nataniel Tabuni (tengah) bersama Pendeta Esmon Walilo (kanan) saat menyampaikan permintaan klarifikasi kepada Kapendam XVII Cenderawasih - Jubi/Victor Mambor
Victor Mambor
Editor :
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,
Jayapura, Jubi - Pendeta Nataniel Tabuni meminta Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi untuk mengklarifikasi pernyataannya yang menyebutkan dia sudah bertemu dengan Pendeta Gemin Nirigi yang dikabarkan tewas dibakar di Mapenduma, Nduga dan Pendeta tersebut dalam keadaan sehat.

Kapendam dalam pernyataan kepada sebuah media Jakarta bersikap seolah Pendeta Nataniel Tabuni menyampaikan informasi tersebut kepada dirinya untuk diteruskan kepada media.

Di media online Jakarta itu, tertulis :

"Kabar pembunuhan kepada Pendeta Gemin Nirigi dan mayatnya langsung dibakar sama aparat keamanan adalah tidak benar. Kabar tersebut hanyalah isu yang dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ujar Pendeta Nataniel Tabuni melalui Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi di Jayapura, Jumat (11/1/2019).

"Nataniel mengakui kalau dia sudah bertemu dengan Pendeta Gemin Nirigi dan beliau dalam keadaan baik baik saja," katanya.

Namun Pendeta Nataniel Tabuni kepada Jubi mengungkapkan dirinya tidak pernah menyampaikan sepatahkatapun kepada Kapendam sebagaimana yang ditulis oleh media tersebut.

“Saya tidak pernah bicara seperti itu. Mapenduma itu jauh sekali. Saya belum pernah injak kaki di situ. Kalau orang tipu seperti ini kan tidak baik. Apalagi pakai nama saya,” kata Pendeta Nataniel Tabuni kepada Jubi di Wamena, Selasa (15/1/2019).

Pendeta Nataniel Tabuni minta Kapendam segera mengklarifikasi pernyataannya di media massa itu. Karena itu bisa memberikan dampak negatif pada dirinya yang selama ini bekerja sebagai pelayan Tuhan di Nduga.

“Saya ini gembala, kalau ternyata itu tidak benar, saya juga berdosa. Jangan pakai nama saya untuk berbohong,” kata Pendeta Nataniel lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Pendeta Esmon Walilo, Kordinator Gereja Kingmi Kabupaten Jayawijaya mengaku sudah berkomunikasi dengan Kapendam terkait pernyataan di media online Jakarta tersebut. Namun saat ia minta klarifikasi Kapendam, ia tak mendapatkan jawaban dan komunikasi keduanya terhenti. Pernyataan apapun yang disampaikan oleh seorang pendeta, kata Pendeta Esmon, berkaitan dengan organisasi dimana pendeta tersebut bernaung sehingga sebagai Ketua Klasis Jayawijaya, ia meminta klarifikasi Kapendam.

“Tapi sampai hari ini saya belum dapat jawaban dari Kapendam. Jadi siapa yang sebenarnya menyebarkan hoax?” tanya Pendeta Esmon.

Menurut Pendeta Esmon, informasi tentang pendeta Gemin Nirigi yang dikabarkan tewas dalam keadaan terbakar didapatkan dari keluarga pendeta tersebut.

Pada tanggal 19 Desember 2018, Pendeta Gemin ikut bersama masyarakat mengungsi dari Mapenduma menuju Paro. Namun di tengah jalan Pendeta Gemin memutuskan untuk kembali ke Mapenduma.  Ia tidak sanggup melanjutkan perjalanan akibat lututnya yang sudah lama sakit. Namun kemudian pendeta ini ditemukan oleh anaknya, Mincena Nirigi sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi terbakar di belakang rumah mereka pada tanggal 3 Januari 2018.

Pendeta Gemin Nirigi adalah salah satu tokoh gereja dan salah satu penerima injil masuk diKabupaten Nduga. Ia juga seorang penterjemah Alkitab ke dalam bahasa lokal.

Namun karena keterbatasan akses transportasi maupun komunikasi, informasi ini masih belum bisa diverifikasi kebenarannya.

“Supaya informasi tentang Pendeta Nirigi ini bisa jelas, sebaiknya akses ke Nduga dibuka semua. Terutama ke Mapenduma supaya wartawan, LSM atau gereja bisa membuktikan siapa yang benar dan siapa yang sebar Hoax,” ujar Pendeta Esmon. (*)

loading...

Sebelumnya

DPR Papua bentuk Pansus Nduga, paripurna RAPBD 2019 kembali diundur

Selanjutnya

Legislator: Papua butuhkan peta hak ulayat

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe