TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. 19 tahun terakhir, jumlah orang miskin di Papua diklaim menurun
  • Selasa, 15 Januari 2019 — 15:37
  • 577x views

19 tahun terakhir, jumlah orang miskin di Papua diklaim menurun

Pada lima tahun pertama Otsus Papua berjalan (2001-2005) persentase penduduk miskin menurun
Grafik kemiskinan di Papua - Alex/Jubi
Alexander Loen
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Badan Pusat Statistik (BPS) mengklaim, selama 19 tahun terakhir (1999 - 2018) kondisi kesejahteraan masyarakat Papua kian membaik, persentase penduduk miskin pada periode tersebut menurun secara signifikan sebesar 27,32 persen poin, yaitu dari 54,75 persen pada Maret 1999 menjadi 27,43 pada September 2018.

Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, Bagas Susilo juga mengatakan tingkat kemiskinan di Papua selama enam bulan terakhir mengalami penurunan sebesar 0,31 persen poin, yaitu dari dari 27,74 pada Maret 2018 menjadi 27,43 persen pada September 2018.

"Pada lima tahun pertama Otsus Papua berjalan (2001-2005) persentase penduduk miskin menurun sebesar 0,97 persen yaitu dari 41,83 persen. Sedangkan pada lima tahun kedua pelaksanaan Otsus (2006-2010) persentase penduduk miskin menurun sebesar 4,72 persen," kata Bagas kepada wartawan, di Jayapura, Selasa (15/1/2019).

Menurut ia, penurunan persentase penduduk miskin terbesar terjadi pada periode Maret 2010 - Maret 2011, yang mana terdapat 4,82 persen penduduk di 2010 penghasilannya di bawah garis kemiskinan, kini tergeser di atas garis kemiskinan sehingga menjadi tidak miskin.

"Kemiskinan di Papua berpusat di kampung, sehingga program Nawacita membangun Papua dan visi misi Gubernur Papua, yakni membangun dari kampung. Mengingat 75 persen kemisikan ada di kampung," ujarnya.

Ia katakan, secara nasional, ada 30 provinsi mengalami penurunan persentase penduduk miskin. Sementara empat provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Banten yang mengalami kenaikan.

"Untung Papua tidak termasuk, karena jika kenaikan intepretasinya susah seakan-akan pemerintah tidak berbuat apa-apa. Tapi meskipun menurun, hal itu tidak memuaskan banyak orang karena terlalu lambat," kata Bagas.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua Muhammad Musa'ad, mengatakan upaya pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan di Papua adalah dengan kembali fokus pada pengembangan ekonomi rill, dalam artian mendukung apa yang sudah dilakukan masyarakat selama ini, yakni pertanian dalam arti luas.

Di samping itu, pihaknya juga telah menyiapkan alokasi anggaran untuk OPD di tingkat provinsi, dan juga mengambil bagian untuk mendorong masyarakat di kabupaten/kota supaya ada percepatan ketahanan ekonomi.

"Kami akan perkuat ekonomi sesuai dengan lima wilayah adat, karena kami tidak mau kemiskinan di Papua dipengaruhi hal-hal dari luar," kata Musa'ad. (*)

 

 

 

loading...

Sebelumnya

ASN Papua diimbau taat aturan

Selanjutnya

BPS Papua : kantong kemiskinan ada di wilayah pegunungan

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe