TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Tiga pilar penanggulangan bencana
  • Rabu, 16 Januari 2019 — 14:15
  • 278x views

Tiga pilar penanggulangan bencana

“Kalau ketiga ini sudah bersatu dan saling mendukung, tentu penanggulanang bencara bisa berjalan dengan baik,” ujar Nuhuyanan, saat menerima pengurus komunitas Amoye di ruang kerjanya, Selasa (15/1/2019).
Kepala BPBD Nabire, Blasius Nuuyanan (tengah), saat menerima perwakilan pengurus Amoye – Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Nabire, Jubi – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nabire, Blasius Nuhuyanan, mengatakan ada tiga pilar utama dalam penanggulangan bencana, yakni pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta.

“Kalau ketiga ini sudah bersatu dan saling mendukung, tentu penanggulanang bencara bisa berjalan dengan baik,” ujar Nuhuyanan, saat menerima pengurus komunitas Amoye di ruang kerjanya, Selasa (15/1/2019).

Selain tiga pilar itu, menurut Nuhuyanan, juga ada tiga tahap yang perlu dilakukan dalam penggulangan bencana secara menyeluruh. Pertama, pra atau sebelum bencana terjadi, kedua saat terjadinya bencana, dan ketiga pasca bencana.

“Sehingga mitigasi bencana perlu dilakukan seperti praktek ke sekolah-sekolah, misalkan dengan cara simulasi, baik gempa, kebakaran seperti cara memadamkan api dengan peralatan sederhana,” terangnya.

Untuk itu, dia menyambut baik tawaran dan kunjungan komunitas Amoye yang menawarkan program kerja sama dalam penanggulangan risiko bencana.

“Saya apresiasi dan berterima kasih, serta mendukung apa yang direncakanan komunitas. Kami akan siap bekerja sama. Kita tidak minta musibah tapi jika ada, tentu minimal bisa mengatasi dan sudah siap,” ucapnya.

Seorang pengurus komunitas Amoye, Kurion Duwiri, menyatakan kedatangan pihaknya adalah sebagai kelanjutan dari progam komunitas yakni Penanggulanagn Risiko Bencana (PRB).

“Satu program kami adalah PRB dan kami siap menjadi fasilitator antara sekolah dan masyarakat Nabire dalam tanggap bencana,” katanya.(*)

loading...

Sebelumnya

Persiapan PON XX, tahun ini Dispora Biak Numfor bangun GOR

Selanjutnya

Nelayan tenggelam di Tanjung Waroki, pencarian dihentikan

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe