TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. “Tangisan di Timur Matahari” diluncurkan
  • Rabu, 16 Januari 2019 — 10:48
  • 688x views

“Tangisan di Timur Matahari” diluncurkan

“Tangisan di Timur Matahari merupakan buku ketiga yang ditulis Vony Aronggear setelah Pelupuk Mata (2003) dan Pandangan Cinta (2005). Selain itu, buku-buku lainnya yang ditulis bersama kawan-kawannya sebanyak 18 buah”
Penulis buku saat memberikan buku kepada Komunitas Noken Papua – Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

KEHENINGAN suasana kolam atau pemandian Club Pencinta Alam (CPA) Hiroshi Jayapura, menjadikan sekelompok anak muda Papua melakukan peluncuran buku. Peluncuran buku karya Vonny Aronggear berjudul “Tangisan di Timur Matahari” juga bersamaan dengan hari ulang tahun ke-18 CPA ini.

Ketua panitia penyelenggara Marshall Suebu mengatakan ontologi puisi karya perempuan Papua ini, mengisahkan tentang musibah kemanusiaan di Asmat dan potret persoalan ekonomi dan sosial-budaya (ekosob) di Papua.

“Papua yang begitu kaya raya ini, ternyata masih ada masyarakat yang miskin, pendidikan tidak bagus, semuanya dipotret dalam buku ini,” kata Suebu di Jayapura, Selasa, 15 Januari 2018.

Peluncuran buku karya Aronggear di alam terbuka merupakan hal pertama di Papua. Buku ini merupakan kumpulan cerita pendek (cerpen) yang diangkat dari kehidupan masyarakat Papua. Penulisannya terinsipirasi dari tragedi busung lapar suku Korowai dan Asmat di selatan Papua.

Pemerintah sebenarnya mempunyai andil dalam mengentaskan kemiskinan, tetapi masyarakat disebut masih diabaikan. Dalam buku tersebut juga mengkritik mengenai lingkungan dan ekonomi yang tidak ditata dengan baik oleh pemerintah dan masyarakat.

“Maksud saya menuliskan ini agar ada perubahan yang signifikan. Inspirasi judul buku ‘Tangisan di Timur Matahari’ terinspirasi dari problem sosial politik diatas,” kata Vonny Aronggear.

Guru Geografi di SMAN 2 Jayapura ini melanjutkan dalam cerpen ini juga dikisahkan tentang cinta dan ekosob, sebab menurutnya, segala sesuatu di muka bumi ini terjadi karena cinta.

Menurut dia, sastra di kalangan orang muda Papua itu tidak seksi seperti sepak bola dan politik. Oleh karena itu, ia mengajak generasi muda Papua, agar tidak jemu-jemunya menulis dan berkarya di bidang kesusastraan.

“Menulis itu sebenarnya tidak susah kalau dilakukan terus-menerus akan menjadi terbiasa. Oleh sebab itu, saya mengajak kepada generasi muda Papua untuk terus berlatih menulis, membaca agar kita menulis tentang kita sendiri dalam bidang apapun terlebih khusus sastra di Papua,” katanya.

Vony bermimpi, kelak banyak anak muda Papua yang akan tampil di panggung nasional dan internasional melalui karya sastra.

“Saya harap ke depan banyak pemuda-pemudi Papua yang tampil menulis karya-karya sastra dan karya-karya mereka itu kelak dikenang, baik di tingkat nasional, maupun internasional,” katanya.

Namun, ia mengaku anak-anak Papua masih mengalami kendala jika ingin menerbitkan atau mencetak buku-buku karya mereka. Meski demikian, dia optimistis siapa pun dapat mewujudkan mimpinya jika mempunyai kemauan dan tekad. Ia pun mengharapkan agar anak Papua mulai berkarya dari sekarang.

“Kalau kita berbicara mengenai sastra kita membuat cara kamu keindahan di Papua melalui tulisan oleh sebaba itu terulah menulis,” katanya.

Atas kiprahnya di bidang sastra, Vonny akan ke Swiss untuk mengikuti bedah buku bersama 25 perempuan Papua dan Indonesia lainnya. Mereka diundang diplomat Indonesia di Swiss untuk mempresentasikan hasil penulisannya.

“Buku yang kami tulis diterjemahkan dalam dua bahasa yakni Swiss dan Rusia. Di sana kami akan pentas rencana kami akan berangkat pada bulan Mei 2019,” katanya.

Tangisan di Timur Matahari merupakan buku ketiga yang ditulis Vony Aronggear setelah Pelupuk Mata (2003) dan Pandangan Cinta (2005). Selain itu, buku-buku lainnya yang ditulis bersama kawan-kawannya sebanyak 18 buah.

Penyair Papua Igir Alqatiri mengatakan langkah yang dilakukan Vony Aronggear dengan menulis buku sudah sangat baik dan layak ditiru oleh generasi muda.

“Kalau kita bicara sastra di Papua yang lebih tepat menuliskan ialah orang Papua sendiri, tidak bisa orang lain yang menuliskannya, sebab mereka akan menulis, tetapi konotasinya akan berbeda,” katanya.

Alqatiri menilai banyak anak muda Papua suka melakukan demonstrasi. Tetapi demonstrasi tanpa karya kita akan hilang dalam kenangan sejarah.

“Saya berpandangan bahwa melalui karya sastra ini mereka bisa juga mendemonstrasikan karya-karya mereka, baik puisi, maupun cerita pendek. Jadi, demo tidak hanya berujung pada memalang kampus, berujung dibubarkan, akan merugikan diri sendiri dan kita akan hilang dari sejarah,” katanya.

Menurut dia, tidak salah jika sesekali anak-anak muda Papua berdemo dengan karya. “Kalau kita melakukan demonstrasi dengan karya kita akan dikenal, tetapi jika tidak selesai demo kita tidak meninggalkan karya,” ujarnya.

Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, yang hadir saat peluncuran memberi apresiasi kepada penulis buku sastra. Buku seperti ini, menurutnya, harus ditulis oleh generasi muda agar dapat menjadi masukan saran bagi pemerintah untuk membangun daerahnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Waspadai cuaca ekstrem di sejumlah wilayah

Selanjutnya

Pendataan kesehatan keluarga untuk PIS

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe