TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Bersejarah, PM Australia akan kunjungi Vanuatu
  • Rabu, 16 Januari 2019 — 11:34
  • 1100x views

Bersejarah, PM Australia akan kunjungi Vanuatu

Kunjungan itu, menurut Dan McGarry, adalah langkah penting untuk mempererat hubungan antar-kedua negara.
Perdana Menteri Vanuatu, Charlot Salwai. - RNZI/Koroi Hawkins
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi - Kunjungan Perdana Menteri, Scott Morrison, ke Vanuatu minggu ini merupakan momen bersejarah, menurut wartawan senior Vanuatu.

Editor surat kabar Vanuatu Daily Post, Dan McGarry, berkata ini adalah pertama kalinya pemimpin dari Australia mengunjungi negara itu secara khusus, untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Vanuatu. Pada tahun 1990, Perdana Menteri Australia saat itu, Bob Hawke, berkunjung ke Vanuatu untuk menghadiri pertemuan pemimpin-pemimpin Forum Kepulauan Pasifik (PIF).

PM Morrison dijadwalkan menghabiskan Rabu dan Kamis pekan ini di Port Vila, sebelum melanjutkan kunjungannya ke Fiji, dalam perjalanan yang disebut-sebut sebagai upaya Australia, untuk membendung pengaruh Tiongkok di wilayah Pasifik.

Kunjungan itu, menurut Dan McGarry, adalah langkah penting untuk mempererat hubungan antar-kedua negara.

“Seperti yang sudah diamati oleh berbagai pihak selama bertahun-tahun, politik di Pasifik itu sifatnya pribadi,” katanya.

“Dengan kata lain, jika Anda tidak mengenal para pemimpin secara individu dan pribadi, sangat sulit untuk bekerja dengan mereka dalam level yang lebih formal, jadi dengan tujuan ini, keinginan untuk membangun hubungan pribadi adalah sesuatu yang tidak boleh luput dari perhatian.” Hal ini konsisten di seluruh Pasifik, jelas McGarry, dan sangat penting bagi Australia yang ingin membangun hubungan yang strategis dengan Vanuatu.

Australia melihat hubungan antara Vanuatu dengan Tiongkok sebagai ancaman, “Ancaman yang terus mendekat, dan mungkin bahkan akan segera terjadi,” menurut McGarry.

Namun, McGarry menambahkan bahwa Vanuatu tetap tidak ingin adanya kehadiran militer di negara itu, dan masyarakat yang memberikan suara, “Akan menyalurkan berbagai pendapat yang kuat mengenai hal itu, saya benar-benar ragu proposal itu akan bertahan setelah pemilihan berikutnya,” tambah McGarry.

Selama kunjungannya, PM Morrison akan meresmikan Vanuatu Police College yang baru direnovasi. Ia mengunjungi negara itu atas undangan PM Charlot Salwai, dan diperkirakan akan melakukan kunjungan ke Kepala Negara, Presiden Obed Moses Tallis. (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Proyek perbankan modern terapkan sistem "wantok" di PNG

Selanjutnya

Tak puas MoU, pemilik tanah tutup proyek tambang di PNG

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe