TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Nilai ekspor Papua Barat meningkat 12,89 persen di tahun 2018
  • Rabu, 16 Januari 2019 — 17:56
  • 537x views

Nilai ekspor Papua Barat meningkat 12,89 persen di tahun 2018

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat Endang Retno Subiyandini mengatakan, bahan bakar mineral menjadi penyumbang terbesar dalam kegiatan ekspor di Papua Barat. Nilai ekspor komoditas ini mencapai 283,33 juta dolar Amerika.
Konferensi Pers BPS Papua Barat tentang peningkan nilai ekspor dan impor di Provinsi Papua Barat periode 2018. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).
Hans Kapisa
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi - Nilai ekspor Papua Barat pada Desember 2018 mengalami kenaikan sebesar 283,69 juta dolar Amerika atau 12,89 persen dibanding November 2018.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat Endang Retno Subiyandini mengatakan, bahan bakar mineral menjadi penyumbang terbesar dalam kegiatan ekspor di Papua Barat. Nilai ekspor komoditas ini mencapai 283,33 juta dolar Amerika.

"Ini angka sementara, bahan bakar mineral memang sangat dominan. peranannya dalam kegiatan ekspor kita mencapai 98,83 persen dari total barang ekspor Papua Barat," ujar Retno dalam konferensi pers yang digelar Rabu (16/1/2019), di Manokwari.

Kata Retno, selain bahan bakar mineral, komoditas lain yang juga di ekspor dari Papua Barat antara lain, garam, belerang, kapur, ikan, udang, kayu, serta beberapa komoditas serta paket pos lainya.

Berdasarkan data bulan November 2018 terdapat tiga Negara tujuan ekspor tersebar atas komoditas yang dihasilkan di daerah ini, yakni Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan.

Ekspor Papua Barat ke Tiongkok pada November 2018 mencapai 231 juta dolar Amerika, Jepang 38,18 juta dolar dan Korea Selatan 13,53 juta dolar. Kontribusi tiga negara ini mencapai 99,65 persen dari total kegiatan ekspor.

"Semua melalui jalur laut, aktivitas ekspor tertinggi dilakukan di Pelabuhan Teluk Bintuni dengan nilai 280,33 juta dolar Amerika. Jika dilihat nilainya Bintuni yang mendominasi hingga 98,82 persen disusul Pelabuhan Manokwari dengan nilai 2,79 juta dolar," ujarnya.

Selain melakukan aktivitas ekspor kata Dia, daerah ini pun melaksanakan aktivitas impor. Impor Papua Barat pada Desember 2018 mencapai 32,45 juta dolar Amerika.

Nilai impor Papua Barat pada Desember 2018 meningkat enam kali lipat atau 600 persen lebih dibanding November 2018. Impor dilakukan untuk mencukupi kebutuhan komoditas non migas.

"Naiknya lumayan tinggi 616,14 persen. Ini sebanding dengan aktifitas pembangunan juga perkembangan aktivitas layanan publik lainya salah satunya di sektor jasa," ujarnya (*).

loading...

Sebelumnya

Nantikan putusan inkrah, gugatan enam calon anggota MRP PB siap dieksekusi

Selanjutnya

Mathias Makambak: Pelaksanaan dana Otsus segera dievaluasi

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe