TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Di terminal Oyehe, tikar anyam Ambon diserbu pembeli
  • Kamis, 17 Januari 2019 — 08:49
  • 445x views

Di terminal Oyehe, tikar anyam Ambon diserbu pembeli

Berawal dari salah membeli tiket kapal, namum berakhir manis bagi Waode Ati. Tikar anyam asal Ambon yang dijualnya, laris manis di terminal Oyehe Nabire.
Ibu Waode Ati saat menjajakan dagangannya – Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

     

Nabire, Jubi – Berawal dari salah membeli tiket kapal, namum berakhir manis bagi Waode Ati. Tikar anyam asal Ambon yang dijualnya, laris manis di terminal Oyehe Nabire.

Saat ditemui Jubi di terminal Oyehe, Kamis (17/1/2019), Waode Ati mengatakan awalnya dirinya sering menjual tikar anyaman dari Ambon di Jayapura. Namun satu ketika, temannya salah membeli tiket kapal, bukan Ambon-Jayapura, tapi Ambon-Nabire. Akhirnya mereka turun di Nabire.

“Saya dan teman terpaksa turun dan jualan di sini,” ujarnya.

Tikar anyaman dari Ambon ternyata diminati masyarakat Nabire. Waode Ati mengaku bisa menyediakan 200 hingga 300 lembar tikar. Semuanya akan laku habis dalam waktu dua minggu.

Dia menjual tikar dua ukuran, tikar besar berukuran 2x1,5m seharga Rp 150 ribu dan tikar sedang berukuran 2x0,9m seharga Rp 100 ribu.

“Kita beli di Ambon. Kalau yang besar Rp 100 ribu, yang kecil Rp 75 ribu. Kita ambil untung sedikit biar cepat laku,” jelasnya.

Dia bersyukur jika dari 250 buah tikar yang disediakan, kini habis terjual. Dirinya akan kembali ke Ambon untuk membawa lagi tikar untuk dijual di Nabire.

“Salah beli tiket, tapi saya bersyukur, sebab tikarnya habis juga. Jadi rencana akan balik ke sana dan bawa ke sini jualan lagi,” katanya.

Seorang pembeli, Sri Wahyuni, mengatakan senang dan membeli tikar anyaman tersebut. Kata dia, neneknya sering menganyam di kampungnya. Hanya di Nabire jarang didapat padahal enak jika tikar ini digelar di lantai.

“Nenek di kampung sering anyam, tapi di Nabire jarang ketemu dan saya langsung beli dua untuk tidur–tidur di rumah,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kontrak Freeport tak bisa berakhir di 2021, benarkah?

Selanjutnya

Harga naik, peminat ikan lele tetap banyak

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe