TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Hujan abu guyur wilayah lereng Merapi
  • Kamis, 17 Januari 2019 — 15:03
  • 517x views

Hujan abu guyur wilayah lereng Merapi

Tidak mempengaruhi masyarakat yang mayoritas sebagai petani sayuran.
Ilustrasi, pixabay.com
ANTARA
[email protected]
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Boyolali, Jubi - Hujan abu tipis dampak aktivitas Gunung Merapi terjadi di wilayah Kecamatan Musuk,  Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah pada kamis, (17/1/2019) pagi. Gejala alam itu tidak mempengaruhi masyarakat di Kecamatan Musuk, warga tetap beraktivitas seperti biasa yang mayoritas sebagai petani sayuran.

"Hujan abu tipis diduga karena embusan angin ke arah Musuk, tetapi abu hampir tidak kelihatan, sehingga tidak mempengaruhi aktivitas warga seperti biasanya," kata Darmaji, seorang warga Desa Sruni Kecamatan Musuk, kepada kantor berita Antara.

Menurut dia, hujan abu tipis terjadi di Desa Sruni hampir tidak kelihatan menempel di dedaunan. Sedangkan kondisi pemandangan puncak Gunung Merapi secara kasat mata tertutup awan, sehingga tidak terlihat jelas.

Selain Desa Sruni, hujan abu tipis terjadi juga ke daerah lain seperti Desa Mriyan, Cluntang. Ringinlarik, dan Karangkendel Musuk.

"Warga terlihat tidak ada yang menggunakan masker, karena hujan abu tipis dan hampir tidak kelihatan," katanya.

Warga Desa Mriyan kecamatan Musuk, Sukasno, mengatakan hujan abu tipis tersebut diperkirakan dari aktivitas Gunung Merapi. Ia menyebutkan di Mriyan banyak yang mendengar suara gemuruh dari puncak Merapi, terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. “Tetapi mereka tidak bisa melihat kondisi puncak karena tertutup kabut,” kata Sukasno.

Ia juga mengakui meski terjadi hujan abu tipis, warga tidak merasakan dampaknya dan  tetap beraktivitas seperti biasa.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo, saat dikonfirmasi membenarkan adanya hujan abu tipis di kawasan Kecamatan Musuk.

"Hujan abu turun sangat tipis, sehingga masyarakat tetap beraktivitas," kata Bambang.

Bambang mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti instruksi pemerintah melalui petugas dukuh dan desa setempat. Meski masyarakat yang daerahnya masuk kawasan rawan bencana erupsi Merapi diminta tetap waspada. (*)

loading...

Sebelumnya

Go Adipura 2019, DLH fokus sampah, RTH, dan taman kota

Selanjutnya

Brigjen Rodja: Kaum milenial tak boleh mati sia-sia di jalan raya

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe